BBM Bakal Jadi Platform Belanja, Game, dan Transaksi Keuangan

Messenger atau masih menjadi layanan pesan paling populer di , meski telah muncul sejumlah kompetitor, seperti Facebook, WhatsApp, dan Naver Line. Untuk itu, Emtek (Elang Mahkota ) pun berupaya memperluas pasar BBM dengan menjadikan platform tersebut agar dapat mengakses berbagai layanan lain, termasuk , keuangan, dan belanja.

Emtek sendiri, melalui KMK Online, merupakan mitra untuk menggarap BBM di Indonesia. Lisensi dan hak branding BBM diperoleh dalam kesepakatan sebesar 207.500.000 dolar AS pada 27 Juni lalu. Akuisisi BBM adalah langkah agresif terbaru yang dilakukan Emtek yang sebelumnya sudah mengambil di Bukalapak, iFlix, dan Kudo. Emtek pun sempat naik 5% di Bursa Efek Indonesia setelah pengumuman akuisisi BBM.

“BBM sangat cocok dalam mobile kami,” ujar Kepala Eksekutif Kreatif Media Karya (KMK Online), induk dari Emtek, Adi Sariaatmadja. “Kami melihat konvergensi dalam komunikasi, hiburan, perdagangan, dan jasa keuangan pada platform mobile.”

Sariaatmadja pun melihat ruang untuk mengubah BBM menjadi platform untuk mengakses berbagai layanan termasuk game, jasa keuangan, dan belanja. “Kami ingin BBM berada di setiap Indonesia sebagai tempat pertama bagi untuk mengakses pesan, berbagi konten, dan melakukan perdagangan,” sambungnya.

“Pengguna dapat menonton TV dan , mengikuti aktivitas selebriti, bermain game, mendengarkan musik, berbelanja, dan banyak lagi,” tambah Sariaatmadja. “Ke depan, BBM juga akan memungkinkan pembayaran mobile ketika berbelanja di Bukalapak, untuk pembayaran telepon pra-bayar, atau mentransfer uang.”

Sejumlah analis sendiri menyebut Emtek sebagai kelompok media, konten, dan teknologi terbesar di Indonesia. “BBM adalah platform yang sangat baik untuk beriklan. Dan, kesepakatan itu cukup murah dan layak untuk Emtek,” kata Managing Partner Grupara, Aryo Ariotedjo.

Keputusan BlackBerry sendiri untuk menempatkan BBM ke tangan Indonesia disebut sebagai langkah yang bijaksana. Kepala Bisnis Digital di Kamar Dagang Indonesia dan Industri, Shinta Dhanuwardoyo, optimistis tentang prospek kompetitif BBM di Indonesia.

“Meski popularitasnya memudar di kalangan kelas menengah dan atas, BBM masih banyak digunakan sebagai layanan harian di masyarakat kelas bawah,” katanya. “Dengan pelaksanaan dan strategi yang tepat, ini adalah kesempatan besar bagi Emtek untuk memimpin sebuah platform all-in-one seperti yang dilakukan WeChat di China.”

Loading...