Batas Waktu 31 Maret 2017, Telat Lapor SPT Tahunan Pribadi Bakal Didenda Rp 100 Ribu

Surat Penghasilan Tahunan - www.mas-fat.com

Jakarta – Direktorat Jenderal (Ditjen) telah mengumumkan bahwa batas waktu pelaporan Surat Penghasilan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi untuk tahun pajak 2016 adalah sampai 31 Maret 2017 mendatang. Pelaporan SPT tahunan itu sendiri sudah dibuka sejak awal Januari 2017 lalu. Sedangkan pelaporan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak (WP) Badan batasnya sampai 30 April 2017 depan.

Pelaporan SPT Tahunan PPH Orang Pribadi bisa dilakukan dengan 2 cara, yakni datang langsung ke Pelayanan Pajak (KPP) atau memanfaatkan e-filing. “Selain datang langsung ke KPP, bisa memanfaatkan e-filing untuk penyampaian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi. Kami berharap, masyarakat bisa memanfaatkan kemudahan ini,” kata Kepala KPP Pratama Batang Haryo Abduh Suryo Negoro.

Kewajiban melaporkan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi ini dikenakan bagi masyarakat yang telah memiliki . Jika berpenghasilan kurang dari Rp 60 juta/tahun, pegawai dapat memakai formulir SPT 1770 SS, sedangkan pegawai dengan penghasilan lain menggunakan formulir 1770, dan non pegawai formulir 1770.

Sementara itu, pegawai dengan penghasilan lebih dari Rp 60 juta/tahun memakai formulir 1770S, pegawai berpenghasilan lain formulir 1770, dan non pegawai juga sama menggunakan formulir 1770. Apabila wajib pajak terlambat melaporkan SPT tahunan pribadi, maka wajib pajak orang pribadi akan dikenai denda Rp 100 ribu dan untuk wajib pajak badan dendanya adalah sebesar Rp 1 juta.

Selain denda , berdasarkan Pasal 33 Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, setiap orang yang dengan sengaja tidak menyampaikan SPT sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan akan dipidana dengan hukuman pidana penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 6 tahun.

Loading...