Batas Akhir Pembayaran Agustus, Tarif PBB di Jakarta Saat Ini Mulai 0,01%

JAKARTA – Bumi dan Bangunan atau PB akan dikenakan setiap tahunnya kepada masyarakat yang masuk golongan (WP) karena memiliki berupa tanah, rumah, maupun ruko (rumah toko). PBB sendiri sifatnya kebendaan, secara umum pajak terutang ditentukan oleh keadaan objek, yaitu bumi/tanah dan/atau bangunan. Keadaan yang membayar tak akan menjadi faktor penentu besarnya pajak terutang.

Humas Badan Pajak dan Retribusi , Tuti Choiriyah, mengungkapkan bahwa untuk wilayah , Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) PBB biasanya dicetak secara massal di awal tahun dan baru dibagikan ke seluruh pada awal Februari. “Itu artinya, warga Jakarta sudah bisa mengambil SPT PPB mereka di keluruhan, sesuai dengan domisili dari sekarang,” jelas Tuti.

PBB sendiri akan berakhir pada bulan Agustus,” sambung Tuti. “Jadi, agar tidak terlupa, alangkah baiknya jika SPT PBB diambil mulai sekarang.”

Ditambahkan Tuti, untuk wilayah DKI Jakarta sendiri, pemungutan PPB saat ini menggunakan aturan Undang-Undang No. 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, serta di dalam Peraturan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 16 tahun 2011 tentang Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan. “Besaran pajak adalah mulai 0,01%, 0,1%, 0,2%, atau 0,3%, sesuai besarnya Nilai Jual Objek Pajak (NJOP),” sambung Tuti.

Untuk lebih jelasnya, berikut tarif PPB di DKI Jakarta berdasarkan Perda DKI Jakarta Nomor 16 tahun 2011 Pasal 6.

  • Tarif 0,01% untuk NJOP Tanah dan/atau Bangunan kurang dari Rp200.000.000.
  • Tarif 0,1% untuk NJOP Tanah dan/atau Bangunan Rp200.000.000 sampai dengan kurang dari Rp2.000.000.000.
  • Tarif 0,2% untuk NJOP Tanah dan/atau Bangunan Rp2.000.000.000 sampai dengan kurang dari Rp10.000.000.000.
  • Tarif 0,3% untuk NJOP Tanah dan/atau Bangunan Rp10.000.000.000 atau lebih.
Loading...