Banyak yang Ingin Dalami Agama, Pesantren Kilat untuk Orang Dewasa Ramai Peserta Saat Ramadan

Pesantren kilat di Bayt Al-Quran, Milenial Islami, di Pondok Cabe Pamulang, Tangerang Selatan - pojoksatu.id

Bulan Ramadan atau waktu liburan bukan hanya dapat diisi dengan berlibur ke tempat-tempat wisata saja. Beberapa orang yang ingin lebih memperdalam agama biasanya akan mengisi waktu senggangnya saat bulan puasa Ramadan dengan mengikuti pesantren kilat. Banyak pondok pesantren (ponpes) di Jakarta, Bandung, Bogor, Kediri, atau daerah-daerah lainnya yang menyediakan pesantren kilat alias sanlat untuk -anak, lulusan SMA, , hingga orang tua.

Di antara sekian banyak ponpes yang ada, terdapat Pondok Pesantren Al Khoirot di Malang, Pesantren Kampung Quran di Bandung, Ponpes Al Hikmah Bogor, Ponpes Lirboyo di Kediri, hingga Masjid Assalafiyah di Jakarta Selatan yang menggelar pesantren kilat. Beberapa ponpes ada yang menarik khusus, namun ada juga beberapa tempat yang tidak menarik sama sekali, alias .

Sebagai informasi, mengikuti pesantren kilat selama di Kampung Quran dikenai biaya mulai Rp 3.499.000 (10 hari) atau Rp 4.999.000 (30 hari). Kemudian di Pondok Pesantren Lirboyo biaya pesantren kilat hanya ditarik sebesar Rp 35 ribuan saja. Para peserta pesantren kilat juga bisa membeli makanan di kantin yang disediakan dengan cukup murah, hanya sekitar Rp 2.500 sampai Rp 3.000 saja per porsi.

Selama mengikuti pesantren kilat, para peserta biasanya akan memperoleh pelajaran dan pemahaman tentang keislaman secara lebih mendalam. Materi-materi yang diberikan ketika pesantren kilat biasanya meliputi membaca , praktik wudhu, salat, tayamum, azan, menghafal surat-surat pendek dan ayat-ayat , doa-doa, mendengar ceramah, dan diskusi tentang keislaman.

ini juga bisa meningkatkan akidah akhlak para peserta, dan mencapai sikap akhlakul karimah,” kata Sofi, salah satu pengajar pesantren kilat di Masjid Besar Al-Ilyas Malangbong, Garut, seperti dilansir Kumparan.

Senada, di Masjid Assalafiyah, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, kegiatan pesantren kilat ini biasanya diikuti oleh warga sekitar selama bulan suci Ramadan. “Setiap malam seusai shalat Isya, banyak para peserta yang melakukan pesantren kilat. Dari kalangan anak-anak hingga dewasa. Yang ikut lebih dari 50an orang,” ucap Hidayatullah, petugas keamanan dan marbut masjid.

Para peserta yang tertarik untuk mengikuti pesantren kilat biasanya diminta untuk langsung datang ke Masjid Jami Assalafiyah setelah ikut ibadah salat Isya. “Bisa langsung ke sana. Pesantren kilat ini berlangsung dari awal bulan hingga akhir menjelang 10 malam terakhir puasa. Lebih lama agar lebih menghayati dan memperdalam ilmu Islam,” tutupnya.

Loading...