Banyak Singkong Impor, Harga Singkong Lokal Kini Hanya Rp 500 Per 1 Kg

Singkong - www.merdeka.comSingkong - www.merdeka.com

Jakarta – Memiliki tanah yang subur tentunya bukan menjadi halangan bagi Indonesia untuk menanam sejumlah pangan. Sayangnya Indonesia justru masih mengimpor produk pangan yang mudah ditanam di negeri sendiri seperti singkong. Para di Tanah Air pun cukup keberatan dengan produk singkong karena dianggap dapat membuat penjualan singkong per 1 kg-nya menjadi lebih rendah.

“Kehadiran singkong impor menyebabkan rendahnya harga penjualan singkong, sehingga kenaikan NTP ( Petani) tanaman pangan kurang meningkat secara tajam, serta tentu saja menyengsarakan petani singkong kita,” ujar Henry Saragih, Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI), Rabu (7/6), seperti dilansir Rakyat Merdeka.

Kenaikan NTP dipengaruhi oleh kenaikan NTP tanaman pangan dan NTP hortikultura. Di sektor tanaman pangan, kenaikan NTP dipengaruhi oleh kenaikan indeks tanaman padi, jagung, dan singkong. Sedangkan sub-sektor hortikultura kenaikan NTP-nya dipengaruhi harga cabai merah dan wortel. Menurut dari Badan Pusat Statistik (), sepanjang periode Januari-April 2017 jumlah impor singkong dari Vietnam mencapai 1.234 ton dengan nilai sebesar USD 499,8 ribu.

Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Gatot Irianto mengatakan bahwa impor singkong terjadi lantaran tata niaga produk pangan tersebut masih belum diatur. “Belum diatur. Jadi intinya tata niaganya (harus) diatur, kalau dibebasin ya jadinya seperti itu,” jelas Gatot.

Lebih lanjut Gatot menuturkan apabila tata niaga singkong diatur seperti halnya komoditas yang lain, maka dapat menekan angka impor dan kembali menopang harga jual singkong lokal. Menurutnya harga ideal singkong adalah Rp 700/kg di tingkat petani. “Antara Rp 600 – Rp 700, petani untung. Sekarang harganya mungkin Rp 400-an,” ucapnya.

Sementara itu Ketua SPI Jawa Barat, Tantan mengatakan jika harga singkong saat ini hanya Rp 150 – Rp 200 per 1 kilogram di lahan petani. “Harga singkong tertinggi di Utara contohya, hanya sekitar Rp 500 per kg, sementara harga normalnya Rp 1.500 – Rp 2.000 per kg, padahal singkong petani SPI sangat tinggi. Akhirnya ya merugi,” ungkap Tantan.

Loading...