Banyak Pilihan, Ini Referensi Penginapan Murah yang Bisa Ditemukan di Bangli

D’Karang Homestay - www.booking.comD’Karang Homestay - www.booking.com

Bangli adalah sebuah di Provinsi Bali. Dari sekian wilayah di Bali, rupanya Bangli disebut-sebut sebagai satu-satunya di Bali yang tidak memiliki wilayah laut. Meski demikian, Bangli punya beberapa objek yang tak kalah menarik dari pantai-pantai di Kuta atau wilayah lain, misalnya saja Air Terjun Dusun Kuning, Air Terjun Singsing, Danau Batur, Air Panas Penelokan, dan sebagainya. Tak hanya objek alam saja yang beragam, urusan atau penginapan di Bangli pun juga sudah tersedia. Selama berwisata di Bangli, para turis bisa menemukan penginapan kelas melati hingga berbintang.

Terdapat banyak penginapan di Bangli, baik berupa hotel, hostel, homestay, guest house atau sebagainya. Salah satu yang bisa dijadikan alternatif tempat menginap bagi para backpacker adalah Bunbulan Hill Hostel dengan rate mulai dari Rp 150 ribu per malam, lalu ada Dedy’s Guest House Kedisan dengan harga sewa per malam mulai Rp 233 ribuan, Putra Mulya Hotel Rp 235 ribuan per malam, Hotel Bangli Inn, D’Karang Homestay mulai Rp 264 ribuan per malam, dan masih banyak lagi.

Penginapan-penginapan tersebut biasanya sudah menyediakan standar yang cukup memadai seperti ranjang yang nyaman, resepsionis, sarapan, akses internet atau Wi-Fi, hingga jasa antar jemput bandara yang biaya tambahan. Sayangnya, meski sudah banyak penginapan murah di Bangli, terutama untuk hotel-hotel tidak berbintang, rupanya tingkat penghunian kamar (TPK) hotel non-bintang di Bali justru masih rendah.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali selama bulan April 2018, TPK hotel nonbintang di Bali mencapai 33,29%, naik 3,53 poin dari periode Maret 2018 sebesar 29,76%. TPK tertinggi ada di Kabupaten Klungkung sebesar 60,55%, sedangkan TPK terendah ada di Kabupaten Bangli dengan persentase hanya 1,75% saja.

Sementara itu, untuk TPK hotel berbintang di Bali selama April 2018 mencapai 63,53%, naik 2,34 poin dari bulan Maret 2018 sebesar 61,19%. “TPK tertinggi tercatat di Kabupaten Badung yaitu sebesar 66,71% dan terendah di Kabupaten Karangasem sebesar 41,88%,” demikian seperti dilansir Wartaekonomi.

Loading...