Banyak Disukai, Cincin Emas 22 Karat Dijual Sekitar Rp 600 Ribuan per 1 Gram

Cincin Emas - ja.aliexpress.comCincin Emas - ja.aliexpress.com

masih menjadi primadona di berbagai kalangan masyarakat Indonesia. Selain dijadikan sebagai perhiasan untuk digunakan sehari-hari, emas juga dianggap sebagai salah satu aset atau harta yang memiliki nilai jual tinggi dan tidak mudah menyusut nilainya seiring berjalannya waktu. Perhiasan emas yang banyak diminati oleh masyarakat biasanya yang berupa cincin, kalung, liontin, gelang, giwang atau anting-anting, dan sebagainya. perhiasan emas tersebut umumnya ditentukan berdasarkan berat dalam satuan gram dan juga kadar atau karat dari emas itu sendiri.

Berdasarkan dari IndoGold atau yang sebelumnya dikenal dengan nama Antam Gold, harga jual perhiasan emas 22 karat hari ini berada di angka Rp 566.283, sedangkan untuk harga belinya dipatok Rp 482.733 per 1 gram. Sementara itu harga cincin emas 1 gram 22 karat banyak sekitar Rp 600 ribuan di pasaran. Sebagai informasi, emas 22 karat adalah emas yang mengandung setidaknya kadar 90,60 persen sampai 94,79 persen emas murni.

Selain emas 22 karat, di -toko emas juga biasanya dijual perhiasan emas dalam kadar lain seperti 18 karat, 21 karat, dan 23 karat. Jarang ada perhiasan yang dijual dalam kadar 24 karat, sebab emas 24 karat disebut-sebut kurang keras untuk dijadikan perhiasan seperti cincin, gelang, kalung, atau sebagainya.

Tak hanya sekadar dipakai pribadi, perhiasan emas bisa menjadi dana talangan yang cukup membantu apabila dijual kembali ke toko emas. Namun sebaiknya sebelum membeli dan menjual emas, pastikan untuk memiliki surat-surat kelengkapan perhiasan emas tersebut supaya lebih meyakinkan keasliannya. Pasalnya, menurut emas dan berlian di Toko Jewellery Creation, Eneng, umumnya akan menolak membeli perhiasan emas yang tidak ada kelengkapan surat yang menyatakan bahwa emas itu asli.

“Sebelum kita beli yang kita lihat tergantung, muda apa gimana emasnya, apalagi kalau nggak ada surat, kita nggak mau kalau nggak ada surat, kan bahaya,” kata Eneng, seperti dilansir Detik. Meski demikian, menurut Eneng memang masih banyak masyarakat yang berupaya menjual emas tanpa adanya surat pembelian.

Ahan, penjual di toko Emas Mulia menambahkan, bila masyarakat ingin menjual perhiasan emas, sebaiknya jual kembali ke toko yang sama dengan tempatnya membeli sebelumnya. Apabila dijual di toko lain, maka harganya akan turun cukup drastis. “Kalau dari toko lain jualnya agak rugi, dia dihitung leburan. Misal kalau dipotong ongkos, taruhlah harganya sekitar Rp 400 ribu lebih, kita terimanya hitungan leburan antara Rp 350.000-Rp 370.000 per gram. Itu kan dia beli sudah kena ongkos bikin,” tandasnya.

Loading...