Banyak Dipakai Pakan Ternak, Harga Tepung Ikan per Kilogram Terjangkau

Tepung Ikan - www.olx.co.idTepung Ikan - www.olx.co.id

Dalam dunia peternakan, pakan adalah yang sangat vital. Bukan hanya menunjang kelangsungan hidup -hewan ternak saja, tetapi pemilihan pakan yang berkualitas juga sangat berpengaruh terhadap produktivitas ternak itu sendiri. Ada banyak jenis pakan yang bisa diberikan pada ternak, mulai dari bekatul, jagung, hingga tepung ikan. tepung ikan per kilogram cukup bervariasi, tergantung kadar atau kandungan di dalamnya.

Sebagai , untuk tepung ikan tinggi protein murni tanpa campuran harga per kilonya sekitar Rp 15 ribuan. Kemudian ada pula yang dengan harga Rp 10 ribuan per kilo untuk kadar protein 60-65%, sementara itu yang kadar proteinnya rendah sebesar 20-23% biasanya cukup murah, hanya Rp 4.000 saja per kilogram. Jika mencari tepung ikan yang kadar proteinnya 60% ke atas, harganya pun lebih mahal lagi, mencapai Rp 16 ribuan per 1 kg.

Tepung ikan sendiri biasanya terbuat dari ikan-ikan laut seperti pethek, lemuru, surimi, tuna, tongkol, dan lainnya. Bagian dari ikan yang akan digiling menjadi tepung ikan umumnya bagian kepala, ekor, tulang, sisik, dan sebagian kecil dari tubuhnya. Tepung ikan dikenal cocok untuk pakan ternak seperti bebek, ayam, sapi, babi, kambing, dan sebagainya. Hewan ternak dinilai tepat mendapatkan pakan dari tepung ikan lantaran dalam setiap kilogram tepung ikan mengandung 5,87 gram lemak esensial atau Eicosapentaenoic Acid (EPA, C20:5n-3) dan 9,84 gram docosahexaenoic acid (DHA, C20:6n-3), sehingga disebut-sebut bisa meningkatkan produktivitas dan hasil ternak.

Sayangnya beberapa waktu belakangan ini kabarnya harga pakan ternak sedang mahal, sehingga berdampak pada kenaikan harga telur ayam ras hingga harga ayam potong di sejumlah tradisional. Bahkan kabarnya kenaikan harga tersebut lebih tinggi daripada saat Lebaran beberapa waktu lalu. Menurut Ketua Persatuan Unggas Indonesia (PPUI) Banyumas, Gembong Hardiato Nugroho, naiknya harga telur akibat kenaikan harga pakan. Pasalnya sebagian besar bahan pakan unggas Indonesia masih banyak yang diimpor dari luar negeri.

“Untuk pakan ternak kemarin sudah mengalami kenaikan, karena nilai dollar yang juga naik. Nah kalau cerita harga dollar urusannya dengan pakan. Karena hampir semua bahan baku pakan diimpor,” jelas Gembong.

Pakan yang banyak diimpor biasanya jagung dan tepung ikan. Sedangkan dedak dan bekatul masih bisa dipenuhi dalam negeri. Tetapi kebutuhan dedak dalam pakan hanya sekitar 30%, sedangkan jagung dan tepung ikan 60-70%. Alhasil, demi menutupi harga pakan yang terus naik, para peternak pun terpaksa menaikkan harga jual telur dan daging di .

Loading...