Banyak Dimanfaatkan Bahan Kerajinan, Harga Kertas Spotlight Dibanderol Murah

Kertas Spotlight - www.tokopedia.comKertas Spotlight - www.tokopedia.com

yang bisa digunakan untuk prakarya sangat banyak macamnya. Di dunia misalnya, jenis seperti spotlight bisa dimanfaatkan menjadi berbagai hal yang cukup berguna. spotlight juga kerap disebut dengan asturo. jenis ini memiliki 2 sisi yang berbeda, biasanya di satu sisi berwarna putih, sedangkan sisi lainnya punya yang beragam dan cenderung mencolok.

Harga kertas spotlight di pasaran relatif murah, tergantung dan motifnya. Misalnya, kertas spotlight motif polkadot tebal 150 gram 40 x 60 cm dengan harga Rp 2.600 per lembar hingga mencapai Rp 36 ribuan per lembar. Kertas spotlight biasanya dipakai untuk berbagai keperluan, mulai dari penjilidan, media pembelajaran, bahan untuk membuat kerajinan tangan, dan masih banyak lagi.

Kertas spotlight pun cukup mudah ditemukan di sejumlah toko buku, toko alat tulis kantor (ATK), dan sejumlah tempat lainnya. warna kertas asturo pun sangat beragam, bisa disesuaikan dengan selera dan juga .

Di Surabaya misalnya, kertas asturo dan bahan-bahan lain rupanya dimanfaatkan untuk membuat alat peraga edukasi. Hal ini digagas oleh UK Petra beberapa tahun lalu dalam acara workshop Surabaya Memory 2017. “Tujuan untuk mengenalkan pembelajaran metode menarik tentang membuat alat peraga yang mengedukasi anak-anak,” kata Staf Perpustakaan UK Petra Surabaya, Billy Setyadi, seperti dilansir JPNN.

Sementara itu, pendamping workshop, Aniendya Christianna mengatakan, para peserta dibagi acak dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari 3 orang. Seluruh kelompok diminta membuat alat peraga edukasi berbentuk diorama bertema Kebun Binatang Surabaya (KBS). Alat peraga tersebut disesuaikan dengan kurikulum pengenalan jenis-jenis binatang pada anak-anak. “Tema dipilih karena KBS kan menjadi salah satu ikon Kota Surabaya,” katanya.

Aniendya menuturkan, para peserta diajarkan untuk membuat diorama cantik dengan teknik yang mudah dan sederhana, yaitu memanfaatkan teknik menggunting dan melipat. “Kami ajarkan pola-pola simpel bentuk binatang, pohon-pohonan, pagar dan lain-lain. Kami beri waktu satu jam,” tandasnya.

Loading...