Banyak Cetak Alumni Berprestasi, Berapa Biaya Masuk SMA Kolese Kanisius?

Ilustrasi : Murid SMA sedang kerja kelompok - quipper.com

Kolese Kanisius atau Canisius College (CC) merupakan salah satu ternama yang berlandaskan iman Katolik di wilayah Pusat. Lembaga yang telah berdiri sejak tahun 1927 silam ini memiliki 2 jenjang pendidikan, yakni SMP dan SMA. Karena dikenal sebagai salah satu sekolah elit di Ibukota, tak heran jika kabarnya masuk SMA Kolese Kanisius cukup mahal dan persaingannya pun ketat.

Pada tahun ajaran 2018/2019 ini SMA Kolese Kanisius membuka baru yang pendaftaran -nya telah dibuka sejak 4 September-31 Oktober 2017 lalu. yang hendak mendaftar ke CC diwajibkan mengikuti wawancara, tes kebugaran, dan tes tertulis. Sayangnya tidak banyak yang dijelaskan mengenai berapa biaya pendidikan di SMA Kolese Kanisius. Berdasarkan tahun ajaran 2013/2014 lalu, biaya pendaftaran untuk jenjang SMP saja Rp 200 ribu. Maka kemungkinan biaya pendaftaran jenjang SMA di CC saat ini melebihi angka tersebut.

Selama sekitar 9 dekade berkecimpung di dunia pendidikan Indonesia, Kolese Kanisius telah berhasil mencetak alumni-alumni yang berprestasi seperti Airlangga Hartarto (Menteri Perindustrian), Sofyan Wanandi (pengusaha nasional), Peter Gontha (pengusaha yang sekarang menjadi Duta Besar Indonesia untuk Polandia), Chatib Basri (mantan Menteri Keuangan), dan Renald Khasali (pakar manajemen).

Tak ketinggalan, tokoh-tokoh ternama lainnya seperti Fauzi Bowo (mantan Gubernur DKI Jakarta), Wimar Witoelar, Ade Rai, Akbar Tanjung, Ginanjar Kartasasmita juga merupakan lulusan dari Kolese Kanisius. Berbeda dari sekolah pada umumnya, murid yang bersekolah di Kolese Kanisius seluruhnya berasal dari kalangan pria. Sekolah ini juga berkomitmen untuk menekankan sistem pendidikannya pada pendidikan karakter untuk meningkatkan kompetensi anak bangsa.

Tak cukup sampai di situ, Kolese Kanisius juga senantiasa menjaga hubungan dengan para alumni dari berbagai angkatan. “Kami berharap para alumni dapat terus memberikan sumbangsih kepada masyarakat melalui talentanya masing-masing. Selama kami bersekolah, kami selalu diajarkan tentang keberagaman, menerima perbedaan, toleransi dan tentunya semangat persaudaraan. Semangat-semangat tersebut yang terus kami bawa sampai sekarang ke dalam pekerjaan dan keluarga kami,” kata Syarief Natanagara, ketua Perhimpunan Alumni Kolese Kanisius Jakarta (PAKKJ).

Loading...