Bank Singapura Adukan Nasabah WNI yang Ikut Tax Amnesty ke Polisi

Tax amnesty vs SingaporeTax amnesty vs Singapore

– Belum lama ini Perbankan melaporkan beberapa nama nasabah mereka asal Indonesia (WNI) yang mengikuti program pengampunan pajak atau kepada polisi. Beberapa sumber dari bank swasta mengatakan jika program yang sedang digalakkan oleh RI ini bisa menghancurkan bank-bank tersebut.

Dilansir dari , satuan kepolisian Singapura yang menangani kejahatan keuangan, Commercial Affairs Department (CAD) mengatakan pada perbankan sejak tahun lalu untuk melaporkan tiap transaksi keuangan mencurigakan para nasabah yang ikut program tax amnesty.

“Kami melakukan STR (suspicious transaction report) dan berharap bank lain juga melakukannya,” ujar salah satu bankir dari bank swasta Singapura.

Sementara itu Bank Sentral Singapura menyarankan bank-bank di Singapura untuk mendorong para nasabahnya ikut program tax amnesty. “Bank-bank wajib mematuhi standar Financial Action Task Force (FATF) untuk melakukan suspicious transaction report (STR), ketika ada kasus tax amnesty, satu praktik yang juga berlaku di lain,” ujar MAS.

FATF sendiri merupakan badan yang mengevaluasi standar anti pencucian uang di sebuah negara. Pihak Bank Sentral Singapura menyatakan jika keikutsertaan seorang nasabah dalam tax amnesty tak akan jadi dasar penyelidikan kejahatan di Singapura.

“Oleh karena itu, pelaporan STR atas rekening nasabah yang ikut tax amnesty seharusnya tidak membuat para nasabah enggan ikut program itu,” ujar MAS.

“Ketika nasabah memberitahu kepada Anda bahwa ia mengikuti amnesti pajak, Anda memiliki kecurigaan bahwa aset yang ditempatkan pada Anda tidak comply sehingga Anda harus melapor kepada pihak berwenang,” kata salah satu senior eksekutif di sebuah perusahaan Singapura.

Warga Indonesia sendiri dilaporkan banyak yang menyimpan dananya di Singapura dengan perkiraan sekitar USD 200 miliar atau 40% dari total aset perbankan swasta di Singapura.

Anggota Komisi XI DPR, M. Misbakhun mengatakan bahwa, “Tindakan Singapura melaporkan pemilik rekening bank yang ikut tax amnesty itu adalah tindakan dan upaya yang kasar untuk menggagalkan tax amnesty Indonesia oleh perbankan Singapura.”

Menurut politisi Golkar tersebut apabila bank Singapura memiliki cabang di Indonesia, maka dan BI dapat memanggil mereka untuk dimintai keterangan sebagai sebuah tindakan balasan. “Bisa juga diberikan teguran. Kalau perlu operasi mereka di Indonesia dibekukan karena mereka melakukan upaya penggagalan program nasional yang strategis,” tuturnya.

Loading...