Bank Mandiri : Laba Industri Tiongkok Anjlok, Kurs Beli Rupiah Dibuka di level Rp 13.790/USD

Jakarta – Pergerakan kembali ke zona merah pada sesi pembukaan perdagangan setelah libur tahun baru, pagi ini (4/1). Menurut pantauan Bloomberg, garuda dibuka melemah ke level Rp 13.825 per AS, yakni merosot 5 poin (0,04%) dari posisi sebelumnya.

Sementara itu, berdasar data yang dirilis pada pukul 08.30 WIB, terhadap Dolar AS di pada pagi ini dibuka pada posisi kurs beli  Rp 13.790/USD dan kurs jual Rp 13.940 per Dolar AS. Sedangkan untuk nilai tukar mata uang lain di dapat Anda cermati pada tabel di bawah ini :

Mata Uang / Simbol

Kurs Beli

Kurs Jual

Australian Dollar (AUD)

9.902,00

10.187,00

Canadian Dollar (CAD)

9.888,00

10.092,00

Franc ()

13.627,00

14.059,00

Yuan (CNY)

2.090,00

2.181,00

Danish Krone (DKK)

1.944,00

2.086,00

Spot Rate (EUR)

14.874,00

15.180,00

British Pound (GBP)

20.236,00

20.595,00

Hongkong Dollar (HKD)

1.731,00

1.849,00

Japanese (JPY)

113,54

116,79

Norwegian Krone (NOK)

1.505,00

1.629,00

New Zealand Dollar (NZD)

9.268,00

9.519,00

Saudi Arabian Real (SAR)

3.548,00

3.851,00

Swedish Krona (SEK)

1.593,00

1.687,00

Dollar (SGD)

9.637,00

9.855,00

Terkait dengan kembali melemahnya Rupiah, Analis Pasar Uang Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto menyampaikan, pelemahan Rupiah salah satunya disebabkan oleh faktor teknikal. “Tekanan juga datang dari industri China yang merosot,” ujarnya, Rabu (30/12).

Menurut data biro statistik Cina, keuntungan industri di Tiongkok hingga November 2015 anjlok 1,4% dibandingkan jumlah di periode yang sama tahun lalu. Penurunan laba tersebut setidaknya sudah berlangsung selama 6 bulan berturut-turut dan memercikkan sentimen negatif pada mata uang Asia lainnya, tak terkecuali Rupiah.

“Biasanya kalau China negatif, otomatis rupiah ikut melemah,” kata Rully.

Loading...