Bank Indonesia Nyatakan Inflasi Bulan Juli Aman Terkendali

Jakarta – Federal Reserve AS kini sedang berusaha untuk mempertahankan suku bunga federal fund agar tidak mengalami perubahan dan pihaknya menegaskan jika bakal terus memantau kemungkinan terjadinya inflasi maupun perkembangan ekonomi secara .

“Risiko-risiko jangka pendek terhadap prospek ekonomi telah berkurang,” ujar Fed.

Para petinggi mengungkapkan jika kondisi ekonomi saat ini lebih kondusif. Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya penggunaan tenaga kerja pada beberapa bulan terakhir ini. Fluktuasi pasar tenaga kerja kian sehat walaupun sempat ada penurunan tingkat pekerja di bulan April dan Mei lalu.

Anggaran pengeluaran rumah tangga tumbuh semakin kuat. Angka inflasi hanya berkisar di bawah 2%. Hal itulah yang selama ini jadi ancaman bagi para pejabat The Fed.

Tetapi The Fed memprediksi bahwa inflasi akan naik ke target dalam jangka menengah. Kenaikan tersebut merupakan dampak dari penurunan masa lalu untuk sektor energi dan impor yang mendadak lenyap, ditambah juga pasar tenaga kerja yang kian .

Sementara itu Gubernur (BI), Agus Martowardojo sendiri mengungkapkan bahwa BI memperkirakan inflasi untuk bulan Juli ini masih bisa dikendalikan. Target inflasinya sendiri berkisar 4 plus minus 1 persen sampai akhir tahun mendatang.

Agus menambahkan, inflasi masih terkendali berdasarkan perkiraan inflasi di pekan pertama, yakni sebesar 1,2 persen dan beralih ke angka 1,0 persen di pekan terakhir Juli. BI pun akan melakukan antisipasi dari terjadinya fenomena La Nina yang dapat membuat terjadinya gejolak harga pangan dunia.

Di samping itu, BI juga memantau perkembangan kebijakan pemerintah yang hendak melakukan penyesuaian harga listrik 900 VA yang kelak dapat mempengaruhi inflasi. “Kalau itu dilakukan, memang membantu , juga membantu keuangan sektor energi kita, tetapi juga memberikan tekanan pada inflasi,” ujar Agus Martowardojo di Jakarta, Rabu (27/7).

Tetapi Agus menegaskan bahwa secara umum inflasi masih seimbang dengan target 4 plus minus 1 persen. Agus menjelaskan jika terkendalinya laju inflasi bulan Juli ini diakibatkan oleh sejumlah faktor, misalnya saja pembayaran yang surplus, daya beli masyarakat Indonesia yang terus meningkat, dan indeks ekspor Indonesia yang juga makin meningkat.

“Ternyata, apa yang kita amati, yang tadinya mau turun -6 berkurang jadi -4 persen, jadi ini ada perbaikan, tidak terus turun. Kelapa sawit harganya membaik, batu bara sedikit membaik,” tutur Agus.

Menurut dari BI, inflasi tahunan (year on year/yoy) per Juni 2016 nilainya 3,45%. Pada bulan Juni lalu inflasi menyentuh angka 0,66%. Bulan Ramadan rupanya tak mempengaruhi tingkat inflasi yang terjadi di Indonesia selama bulan Juni.

Loading...