Bank Indonesia (BI) Diprediksi Turunkan Suku Bunga Acuan

Jakarta – Bank Indonesia (BI) hari ini, Kamis (22/9) akan mengumumkan acuan alias 7 Day Repo Rate. BI akan segera mengumumkan arah kebijakan moneter usai melakukan Rapat Dewan (RDG) dari tanggal 21 September 2016 kemarin. Sebagian besar pengamat ekonomi memprediksi jika BI akan menurunkan hingga 25 basis poin menjadi 5 persen.

Ekonom dari Kenta Institute Eric Sugandi mengatakan jika masih ada ruang untuk melonggarkan moneter. “Masih ada ruang untuk pelonggaran moneter karena inflasi terkendali dan cenderung stabil,” kata Eric.

Eric juga beranggapan, bila menaikkan suku bunga Fed Fund Rate, maka BI akan mempertahankan BI 7 Day Repo Rate pada 5,25%. Sebab naiknya Fed Fund Rate bisa menekan emerging markets, termasuk rupiah dalam jangka pendek.

Adanya pengampunan pajak (tax amnesty) juga bisa jadi salah satu alasan BI untuk memangkas suku bunganya. “Mengingat masih rendahnya permintaan dan lemahnya daya beli masyarakat, pelonggaran kebijakan moneter diharapkan dapat menjaga momentum pertumbuhan di tengah potensi pemangkasan pemerintah,” ujar Ekonom Bank Permata, Josua Pardede.

Tetapi otoritas moneter juga perlu berkoordinasi dengan otoritas fiskal, karena pemerintah berencana menerbitkan tambahan Surat Utang Negara (SUN) senilai Rp 37 triliun yang dapat memicu kondisi crowding out (berebut likuiditas. “Selain itu supaya lebih optimal untuk menjaga momentum pertumbuhan, khususnya mendorong lagi masyarakat, perlu juga koordinasi kebijakan fiskal yang dapat meningkatkan daya beli masyarakat,” ujar Josua.

Sejalan dengan hal itu, ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih menuturkan jika BI perlu memberi stimulus agar bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pasca melemahnya pertumbuhan ekonomi setelah libur Lebaran beberapa waktu lalu.

“Ya walaupun meningkat saya kira ini belum memberi pengaruh, karena nilai konsumsi juga masih rendah dan komoditas juga rendah. Maka dari itu masih perlu stimulus BI,” katanya.

Loading...