Banjir Houston ‘Seret’ Dolar, Rupiah Berakhir Menguat Tipis

rupiah menguat

mampu mempertahankan posisi di zona hijau sepanjang Senin (28/8) ini setelah bencana banjir di kawasan Houston turut ‘menyeret’ laju . Menurut catatan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, mata uang NKRI menutup dengan menguat 4 poin atau 0,03% ke level Rp13.340 per dolar .

Di awal perdagangan, rupiah dibuka dengan kenaikan sebesar 9 poin atau 0,07% di posisi Rp13.335 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali menguat 8 poin atau 0,06% ke level Rp13.336 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.32 WIB, spot masih bertahan di zona hijau setelah terapresiasi 4 poin atau 0,03% ke posisi Rp13.340 per dolar AS yang berlanjut hingga akhir dagang.

Dari , indeks dolar AS bergerak negatif menyusul bencana banjir hebat yang melanda Houston serta pernyataan dovish dari Gubernur The Fed, Janet Yellen. Setelah dibuka dengan pelemahan sebesar 0,344 poin atau 0,37% di level 92,396, mata uang Paman Sam kembali terdepresiasi 0,215 poin atau 0,23% ke posisi 92,525 pada pukul 11.01 WIB.

Badai Harvey yang masih melanda daratan AS memang diprediksi akan membebani laju greenback mengingat sifatnya yang negatif dan berdampak buruk terhadap ekonomi. Banjir hebat yang dipicu badai tropis Harvey membanjiri Houston pada hari Minggu (27/8) kemarin, yang memaksa warga kota dengan populasi terpadat keempat di Paman Sam itu harus mengungsi sebagai antisipasi curah hujan tinggi.

Sebelumnya, dolar AS telah mengalami koreksi menyusul komentar Yellen yang terkesan dovish. Dalam konferensi bank sentral global di Jackson Hole, Yellen tidak memberikan detail mengenai kapan dan bagaimana teknis program pengetatan neraca dan kenaikan The Fed akan dilaksanakan. “Pasar kecewa dengan pernyataan Yellen sehingga dolar AS terjual dan imbal hasil obligasi turun,” kata pakar strategi pasar di Westpac, Imre Speizer.

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di level Rp13.338 per dolar AS, terapreasiasi 10 poin atau 0,08% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.348 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang perkasa versus greenback, dengan kenaikan tertinggi dialami won Korea Selatan yang melonjak 0,74% dan dolar Taiwan yang terkatrol 0,36%.

Loading...