Bangun Instalasi Pengolahan Limbah, Solusi Masalah Kali Item?

Situasi di Kali Item - jawapos.com

JAKARTA – Dalam beberapa waktu belakangan, aroma tidak sedap Kali Item, Jakarta Pusat telah menjadi viral. Berbagai cara dilakukan untuk menghilangkan bau menyengat sungai tersebut, plus airnya yang keruh, termasuk menaburkan 500 kg serbuk penghilang bau busuk bernama DeoGone. Tetapi, solusi yang lebih penting agaknya membangun instalasi limbah atau sewerage treatment plant, sebelum dibuang ke sungai.

“Dahulu, sewaktu ramai soal penolakan terhadap reklamasi, saya menemukan paper dari dalam jurnal ‘Marine Pollution Bulletin’. Dia membuat simulasi berdasarkan data-data penting sungai, sistem pembuangan air kotor di Jakarta, topologi tanah, dll,” tulis Ismail Fahmi, founder Media Kernels , dalam akun -nya. “Hasilnya, dia memperlihatkan tingkat kandungan nutrisi yang makin tinggi di teluk, seiring dengan tahapan pulau reklamasi dan seawall.”

Fahmi melanjutkan, yang harus diketahui, ketika semua tahapan reklamasi dan seawall tersebut selesai, kualitas air di dalam teluk menjadi sangat buruk, penuh kandungan zat organik dari sungai-sungai yang membawa limbah dan rumah tangga. Air yang tidak mengalir, sangat terancam kualitasnya. “Kondisi ini mirip dengan air di Kali Item. Air tidak tersirkulasi dengan baik, penuh limbah organik, sehingga berwarna hitam dan berbau,” sambung Fahmi.

“Selain peneliti asal Jerman ini, peneliti dari kampus ITB, Dr. Muslim Muin, juga sudah menyampaikan penjelasan yang senada,” tambah Fahmi. “Dalam slide yang khusus dibuat untuk membahas project reklamasi dan giant seawall, kesimpulan dia mengenai kualitas air sama dengan kesimpulan yang diambil peneliti Jerman.”

Ia pun menuturkan, satu solusi wajib dan harus segera dilakukan adalah membangun instalasi pengolahan limbah atau sewerage treatment plant. Limbah dari rumah tangga dan pabrik tidak boleh dibuang langsung ke sungai, harus diproses terlebih dahulu. “Tanpa ini, Kali Item akan selamanya berwarna hitam. Berikutnya, Teluk Jakarta akan hitam setelah dibangun giant seawall,” pungkas Fahmi.

Jelang pelaksanaan Asian Games 2018, kondisi Kali Item memang menjadi pusat perhatian. Sejumlah upaya sudah dilakukan untuk menghilangkan warna hitam dan bau menyengat dari sungai tersebut. Paling baru, pada Minggu (29/7) kemarin, 2.500 liter cairan mikroba disemprotkan ke lima titik Kali Item atau Kali Sentiong oleh Keluarga Alumni UGM DKI Jakarta Peduli Sampah.

Loading...