Bangkit ke Zona Hijau, Aturan Transaksi DNDF Cegah Rupiah Terkoreksi Terlalu Dalam

Rupiah - www.kabarin.coRupiah - www.kabarin.co

Jakarta mengawali pagi hari ini, Jumat (12/10) dengan penguatan sebesar 17 poin atau 0,11 persen ke posisi Rp 15.218 per AS. Kemarin, Kamis (11/10), kurs berakhir terdepresiasi 35 poin atau 0,23 persen ke posisi Rp 15.235 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sejumlah terpantau melemah ke level terendah dua minggu. Di akhir perdagangan Kamis (11/10) atau Jumat (12/10) pagi WIB, indeks dolar AS anjlok ke level terendah 94,987, sejak (28/9). Pada pukul 15.45 waktu setempat (19.45 GMT), indeks dolar AS melemah 0,5 persen menjadi 95,034. USD melemah usai para investor melakukan aksi jual setelah penurunan imbal hasil AS dan kerugian ekuitas di Wall Street.

Kondisi kenaikan yang lebih lemah dari perkiraan pada September 2018 telah mengurangi spekulasi terkait laju kenaikan yang lebih cepat. Hal ini pula yang telah mengurangi daya tarik dolar AS di pasar spot. “Kami melihat para investor melakukan beberapa penghindaran risiko (menjual aset). Dolar tidak mendapat keuntungan dari angka IHK,” ujar Paresh Upadhyaya, direktur strategi mata uang di Amundi Pioneer Investments di Boston, seperti dilansir Reuters.

Pada Kamis (11/10), Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat melaporkan bahwa indeks harga konsumen (IHK) naik 0,1 persen pada September, lebih rendah dari prediksi kenaikan sebesar 0,2 persen. Perolehan IHK telah mengurangi spekulasi bahwa AS saat ini sedang dalam posisi meningkat, mendorong selera terhadap obligasi pemerintah AS. Hal ini pula menambah tawaran safe haven untuk obligasi yang berasal dari aksi jual lainnya di Wall Street.

Di sisi lain, kepercayaan pasar terhadap pasar keuangan emerging market masih belum pulih, termasuk untuk rupiah. Meski demikian, menurut Analis Asia Tradepoint Futures, Andri Hardianto pelemahan rupiah pada perdagangan kemarin tak separah depresiasi beberapa hari lalu. Pasalnya dari dalam negeri pun Bank Indonesia (BI) terus melakukan intervensi.

Aturan baru terkait transaksi pasar domestic non-deliverable forward (DNDF) juga dinilai dapat menghalau rupiah untuk melemah lebih dalam. “Perjanjian swap Indonesia dengan Singapura juga berkontribusi dalam menjaga rupiah agar tidak terlalu dalam terkoreksi,” jelas Andri, seperti dilansir Kontan.

Hari ini Andri memperkirakan bahwa gerak rupiah akan dipengaruhi oleh kenaikan harga Bakar Minyak (BBM) non-subsidi oleh PT Pertamina. “Naiknya harga BBM bisa memperkecil defisit transaksi berjalan,” tandasnya.

Loading...