Bangkit di Menit Akhir, Rupiah Ditutup Menguat

Rupiah - jarrak.idRupiah - jarrak.id

ternyata mampu bangkit ke area hijau pada menit-menit akhir Jumat (19/10), meski indeks AS terus bergerak menguat seiring menurunnya kinerja euro imbas konflik antara Uni Eropa dan Italia. Berdasarkan catatan Index pada pukul 15.59 WIB, Garuda berakhir menguat 8 poin atau 0,06% ke level Rp15.187 per dolar AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp15.221 per dolar AS, terdepresiasi 34 poin atau 0,22% dari perdagangan sebelumnya di level Rp15.187 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia bergerak variatif terhadap greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,21% dialami won Korea Selatan dan pelemahan terdalam sebesar 0,18% menghampiri yen Jepang.

Dari , indeks dolar AS terus bergerak naik pada akhir pekan, seiring kinerja euro yang menurun imbas kritik Komisi Eropa terhadap anggaran populis Italia yang memicu kekhawatiran baru tentang ketegangan di Benua Biru. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,069 poin atau 0,07% ke level 95,969 pada pukul 11.04 WIB, setelah kemarin sudah berakhir positif.

Dikutip dari Reuters, euro relatif bergerak datar di level 1,1454 per dolar AS pada hari Jumat, setelah semalam telah kehilangan 0,4%. Mata uang tunggal mencapai level terendah pada hari Kamis (18/10) setelah Komisi Eropa mengatakan bahwa rancangan anggaran 2019 milik Italia berada dalam pelanggaran serius aturan anggaran Uni Eropa.

Komisi mengatakan dalam sebuah surat kepada Menteri Italia, Giovanni Tria, bahwa pengeluaran pemerintah yang direncanakan terlalu tinggi tidak akan membuat utang publik Italia turun sejalan dengan aturan Uni Eropa. Ini telah memicu kekhawatiran tentang ketegangan politik yang lebih di Benua Biru antara Brussels dan negara-negara anggota, yang telah melumpuhkan euro.

Perdana Menteri Italia membela anggaran belanja negara, meskipun pasar tidak terkesan. “Penurunan yang dialami euro mencerminkan bahwa ketegangan politik di zona Eropa saat ini tengah berlangsung. Prediksi selanjutnya untuk euro berada di 1,1430 per dolar AS, yang dapat membawa kita ke level 1,13,” kata ahli strategi mata uang di Bank of Singapore, Sim Moh Siong.

Loading...