Bangkit di Detik Akhir, Rupiah Ditutup Naik Tipis 6 Poin

akhirnya mampu berbalik rebound di detik-detik akhir di tengah penguatan imbas sentimen kenaikan The Fed yang terus bergulir. Menurut laporan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, Garuda mengakhiri sesi dagang hari ini (2/3) dengan penguatan tipis 6 poin atau 0,04% ke level Rp13.357 per dolar AS.

Rupiah membuka perdagangan dengan turun 4 poin atau 0,03% ke posisi Rp13.367 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda bertengger di level Rp13.363 per dolar AS atau stagnan dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin. Jelang akhir dagang atau 15.27 WIB, spot kembali terdepresiasi 1 poin atau 0,01% ke posisi Rp13.364 per dolar AS, namun berhasil bangkit di detik-detik akhir .

Pada perdagangan hari, indeks dolar AS mampu melanjutkan penguatan dengan naik 0,1% ke level 101,88 pada pukul 13.12 WIB. The melaju ke kisaran posisi tertinggi setelah sejumlah pejabat Bank Sentral AS menyatakan ada kemungkinan suku bunga The Fed dinaikkan pada pertemuan bulan Maret ini.

Pimpinan Federal Reserve, Lael Brainard, mengatakan bahwa meningkatnya ekonomi global dan pemulihan ekonomi AS yang solid bisa mendorong The Fed untuk segera menaikkan suku bunga. Sebelumnya, pejabat Fed, William Dudley dan John Williams, juga mendorong penguatan indeks dolar. “The Fed kemungkinan akan menaikkan suku bunga bulan ini, kecuali data pekerjaan AS minggu depan buruk,” kata Ahli Strategi FX di Daiwa Securities, Yukio Ishizuki.

Saat ini, fokus pasar memang tertuju pada tingkat pertambahan tenaga kerja non-pertanian AS yang akan diumumkan akhir minggu depan, yang merupakan titik konfirmasi terakhir sebelum FOMC meeting pada pertengahan Maret 2017. Selama itu, pelemahan rupiah diprediksi berpeluang bertahan dalam jangka pendek dengan volatilitas tinggi.

Sementara itu, siang tadi menetapkan tengah berada di level Rp13.361 per dolar AS, posisi yang stagnan dibandingkan perdagangan sebelumnya. Di saat yang sama, pergerakan mayoritas mata uang melemah terhadap the greenback, seperti peso Filipina, dolar Taiwan, dan dolar Hong Kong. Hanya won Korea Selatan dan rupee India yang terlihat menguat versus dolar AS.

Loading...