Bangkit di Detik Akhir, Rupiah Ditutup Menguat 9 Poin

rupiah - banjarmasin.tribunnews.comrupiah - banjarmasin.tribunnews.com

Di luar prediksi, rupiah ternyata mampu merangsek ke area hijau pada akhir Kamis (3/5) ini, ketika indeks AS cenderung bergerak menjauhi level tertinggi dalam empat bulan. Menurut Index pukul 15.59 WIB, NKRI menutup hari ini dengan penguatan sebesar 9 poin atau 0,07% ke level Rp13.939 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah harus berakhir terdepresiasi 35 poin atau 0,25% di posisi Rp13.948 per dolar AS pada tutup dagang Rabu (2/5) kemarin. Tren negatif mata uang Garuda berlanjut pagi tadi dengan dibuka melemah 7 poin atau 0,05% ke level Rp13.955 per dolar AS. Diprediksi terbenam di zona merah, spot ternyata mampu bangkit di detik-detik akhir transaksi

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di level Rp13.965 per dolar AS, melemah 29 poin atau 0,20% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.936 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia menguat terhadap , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,27% menghampiri baht Thailand.

Dari , indeks dolar AS mulai bergerak lebih rendah dari level tertinggi empat bulan pada hari Kamis, ketika fokus pasar beralih pada data ekonomi AS setelah tidak banyak mengubah ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga tahun ini. Mata uang Paman Sam terpantau hanya menguat 0,031 poin atau 0,03% ke level 92,543 pada pukul 11.09 WIB.

Seperti dilansir Reuters, pada Rabu waktu setempat, FOMC meeting memutuskan untuk menahan suku bunga acuan mereka, yang tidak mengejutkan. Namun, bank sentral AS tersebut juga menuturkan keyakinan mereka terhadap angka inflasi dalam negeri dan percaya bahwa tingkat inflasi inti telah bergerak mendekati target sebesar 2%. “The Fed memberi sinyal menjaga jalan bertahap dan bukan mendaki lebih cepat,” ujar ekonom senior untuk UOB di Singapura, Alvin Liew.

Loading...