Bangkit di Detik Akhir, Rupiah Ditutup Menguat 2 Poin

Meski minim sentimen , rupiah ternyata mampu keluar dari tekanan yang terus bergerak menguat seiring keraguan terkait masa depan Eropa. Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda mengakhiri sesi dagang hari ini (8/2) dengan tipis 2 poin atau 0,01% ke level Rp13.327 per AS.

Rupiah sebenarnya sudah melemah sejak awal dagang dengan terdepresiasi 3 poin atau 0,02% ke posisi Rp13.332 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali melemah 2 poin atau 0,02% ke Rp13.331 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.45 WIB, spot masih tertahan di zona merah usai turun 4 poin atau 0,3% ke level Rp13.333 per dolar AS. Namun, rupiah mampu bangkit di detik-detik akhir sehingga ditutup di zona hijau.

Sepanjang hari ini, indeks dolar AS memang terus bergerak menguat 0,230 poin atau 0,23% ke level 100,490 pada pukul 14.28 WIB usai dibuka di zona hijau. Ketidakpastian di Eropa menjelang pelaksanaan agenda telah menekan euro sekaligus menopang gerak the . Belanda akan melaksanakan pemilihan umum pada Maret, Perancis akan memilih presiden barunya pada April, sementara Jerman dijadwalkan akan mengadakan pemilihan federal pada September

“Rupiah memang tengah miskin sentimen positif, apalagi kurs mata uang dalam negeri sudah menguat sejak pekan lalu,” ujar Analis Uang Bank Mandiri, Reny Eka Putri. “Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2016 yang mencapai 5,02% sempat mengangkat kurs rupiah di awal pekan.”

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia juga menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.337 per dolar AS, terdepresiasi 15 poin atau 0,11% dibandingkan perdagangan sebelumnya di level Rp13.322 per dolar AS. Di saat yang sama, pergerakan mata uang bervariasi terhadap dolar AS, dengan pelemahan terdalam dialami ringgit Malaysia sebesar 0,12%, sedangkan penguatan tertinggi menghampiri yen Jepang sebesar 0,3%.

Loading...