“Bakso Beranak Dalam Sumur Tante“, Sajian Makan Siang yang Unik di Bandung

Bakso Beranak dalam Sumur Tante - www.pikiran-rakyat.comBakso Beranak dalam Sumur Tante - www.pikiran-rakyat.com

Selain terkenal sebagai pusat fashion, Bandung juga dikenal surganya kuliner. Nasi liwet, cilok, cireng, seblak hingga siomay dan batagor merupakan beberapa contoh khas Sunda yang banyak diminati oleh luas.

Menu kuliner yang terdapat di Kota Bandung memiliki cita rasa yang unik dan identik dengan rasa pedas. Hawa dingin yang dimiliki kota Parahyangan ini rupanya sangat cocok jika dihangatkan dengan menyantap makanan yang pedas dan gurih.

Lotek bandung, merupakan makanan khas Bandung yang sering disantap sebagai menu makan oleh masyarakat setempat. Lotek ini sangat mirip dengan nasi pecel yang seringkali ditemui di tempat makan. Akan tetapi yang membedakan terletak dari penggunaan bumbunya, dalam bumbu Lotek ini terdapat bahan tambahan sebagai penyedap yang berupa terasi udang.

Selain memiliki rasa yang khas, menu makanan khas Bandung ini juga terkenal unik dalam penyajian dan kreatif dalam pemilihan namanya. Seperti menu “Bakso Beranak dalam Sumur Tante“ yang disajikan oleh salah satu tempat makan di Cibaduyut, Kota Bandung.

Sebagai santap makan siang, memadati area tempat makan tersebut untuk menyantap bakso dengan berbagai varian. Kedai tersebut menjadi viral lantaran banyak netizen yang mengunggahnya melalui sosial.

“Saya tahu ada tempat ngebakso enak baru di Cibaduyut dari Tv, habis itu di medsos ramai orang makan di sini,“ ujar Riana, salah satu pelanggan yang mengaku baru pertama kali datang ke kedai Lezit.

Bakso yang diberi nama “bakso beranak dalam sumur tante“ adalah salah satu kreasi yang paling diminati oleh pelanggan. Menu ini terdiri dari setengah bakso besar yang menyerupai mangkuk, kuah, isian bakso cincang, ceker, bakso kecil dan sayuran.

“Awalnya saya buat bakso sumur karena seperti sumur. Nah di dalamnya ada lagi bakso beranak, ada bakso besar dan anaknya kecil kecil. Lalu saya tambah telur. Tahunya, lebih banyak pengunjung request tanpa telur,“ ujar Titin Supriatin, pemilik Kedai Lezit.

Kata Tante berdasarkan dari sebutan “tanpa telur“. Karena banyak pengunjung yang lebih suka bakso sumur beranak tanpa telur.

Kenikmatan makanan khas Bandung ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di Indonesia, namun juga oleh warga asing tak terkecuali Raja Swedia, Carl XVI Gustaf dan Ratu Silvia dalam kunjungannya ke Kota Bandung, 24 Mei lalu.

Kala itu Kota Bandung menyiapkan berbagai menu hidangan tradisional khas Indonesia pada jamuan makan siang Raja dan Ratu Swedia, seperti nasi goreng, sate ayam, dendeng, udang saus tartar, gado gado dan acar.

“Menu utama yang disiapkan yakni Nasi Goreng Tradisional, Sate Ayam, Dendeng Kering Krispi, Shrimp Large Tartar Sauce, Gado-gado dan Acar. Itu untuk menu utama. Waktu food test ada western juga, tapi yang dipilih ternyata menu Indonesia,” ujar Dadang kepada wartawan di Pendopo Kota Bandung, yang dilansir dari Merdeka.

Loading...