Senin Pagi, Rupiah Limbung Diintai Bahaya Virus Corona

Rupiah melemahRupiah melemah pada perdagangan Senin (3/2) pagi - bst-profit.com

JAKARTA – Bahaya virus corona yang belum berhenti mengintai membuat limbung ketika membuka Senin (3/2) ini. Menurut paparan Bloomberg Index, Garuda mengawali dengan melemah 17 poin atau 0,12% ke level Rp13.672 per . Kemudian, spot kembali terdepresiasi 50 poin atau 0,37% ke posisi Rp13.705 per dolar pada pukul 08.19 WIB.

“Fokus pada perdagangan pekan ini masih akan tertuju pada penyebaran virus corona,” tutur Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, dikutip Bisnis. “Jumlah kematian yang terus meningkat dan kabar penyebaran virus antar manusia meski tidak menunjukkan gejala, bisa mendorong kekhawatiran terhadap potensi perlambatan .”

Hampir senada, Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, mengatakan bahwa pergerakan mata uang domestik masih akan dibayangi virus corona. Meski begitu, ia meyakini bahwa rupiah dapat bergerak naik, seiring dengan langkah membahas penanggulangan virus corona, sehingga bisa sedikit menenangkan pasar dan meyakinkan bahwa perekonomian dalam negeri tetap stabil.

Di sisi lain, tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS yang terus menurun dapat menahan penguatan dolar AS sehingga akan membatasi penurunan rupiah. Saat ini, imbal hasil obligasi AS untuk tenor 10 tahun berada di level 1,5%. Padahal, sepekan sebelumnya masih berada di kisaran 1,7%. Namun, berdasarkan data terbaru, greenback mampu bergerak menguat 0,086 poin atau 0,09% ke 97,476 pada pukul 08.43 WIB.

Pada pekan ini, akan terdapat rilis data ekonomi AS, salah satunya nonfarm (NFP) yang akan diumumkan pada Jumat (7/2) waktu setempat. Analis memperkirakan NFP periode Januari 2020 akan naik sebesar 160.000 dibanding capaian periode sebelumnya sebesar 145.000. Jika data lebih rendah dari ekspektasi pasar, maka dolar AS diprediksi akan bergerak lebih rendah.

Loading...