Bagian Dari Layanan Perbankan, Nominal Biaya Transfer Antar Bank Internasional Bervariasi

bervariasi, biaya, transfer, antar, bank, internasional, bisnis, remitansi, TKI, pekerja, imigran, indonesia, tenaga, kerja, turun, 2018, 2017, BNI, BRI, Maybank, penerima, pengirim, tumbuh, mata, uang, dolar, Amerika, euro, kebijakanKartu debet untuk transaksi perbankan internasional (Pixabay: Itkannan4u)

di Indonesia maupun luar negeri tentunya menyediakan berbagai bagi para nasabahnya. Salah satu yang diberikan adalah transfer ke bank luar negeri (transfer antar bank internasional). Untuk tersebut, akan dikenai . Besaran biayanya bervariasi, tergantung kebijakan masing-masing bank.

Salah satu bank di Indonesia yang melayani transfer antar bank internasional adalah Maybank. Biaya untuk transaksi tersebut dibedakan berdasarkan kategori biaya dibebankan kepada pengirim atau penerima. Apabila dibebankan kepada pengirim, besarnya mulai dari USD 10 (Rp 137.654) + USD 20 (Rp 275.308) [untuk bank koresponden], sehingga totalnya USD 30 (sekitar Rp 413.117). Transaksi tersebut menggunakan Amerika.

Sedangkan, untuk transaksi menggunakan mata uang lainnya misalnya EUR atau euro, biaya yang dibebankan tentu berbeda nominalnya. Begitu juga apabila biaya transfer tersebut dibebankan kepada penerima, besaran nominalnya juga berbeda.

Selain Maybank, Bank BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang juga melayani transfer antar bank internasional, salah satunya adalah BNI (Bank Negara Indonesia). Untuk layanan tersebut, bank milik itu menerima fee atau komisi yang dapat menjadi salah satu pendorong fee based income (FBI) yang disasar .

Sepanjang tahun 2017 kemarin, BNI meraih komisi dari bisnis transfer ke luar negeri atau bisnis remitansi sebesar Rp 197 miliar, atau bisa dibilang tumbuh 37 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yaitu Rp 144 miliar.

Direktur Tresuri dan Internasional BNI, Panji Irawan menjelaskan bahwa bisnis remitansi tumbuh disebabkan inovasi fitur dan layanan pada incoming serta outgoing transfer. “Tahun ini (2018) BNI akan mendigitalisasi transaksi incoming remittance via MoRe atau mobile remittance yang dimulai di Singapura,” ujar Panji.

Salah satu pendorong pendapatan komisi dari bisnis remitansi adalah volume transaksi yang meningkat. Hingga Desember 2017 volume transaksi remitansi naik 6,3% dari US$ 66,92 miliar menjadi US$ 71,14 miliar.

Sementara itu, hal yang sama terjadi juga di sesama bank BUMN yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Volume transaksi bisnis pengiriman remitansi sepanjang tahun 2017 tercatat sebesar Rp 827 triliun. Dari jumlah itu, sekitar 2,8% volume transaksi didapatkan dari oleh tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri.

Sebelumnya, Hexana Tri Sasongko, SEVP Treasury BRI menjelaskan bahwa faktor utama perkembangan bisnis remitansi BRI karena bank memberi fasilitas untuk TKI sejak sebelum berangkat, sampai kembali. Di samping itu, cabang BRI yang cukup banyak juga menunjang kemajuan bisnis remitansi.

Menurut Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mencatat adanya pengiriman uang dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke negara asal (remitansi) hingga periode November 2017 kemarin mencapai USD 8 miliar atau sekitar Rp 108 triliun.

Tetapi, jumlah tersebut terbilang turun, jika dibanding dengan November tahun sebelumnya. “Hal itu dikarenakan adanya penurunan remitansi untuk Timur Tengah dan Afrika sebesar 7,15 persen, Amerika sebesar 66,28 persen dan Eropa dan Australia sebesar 24,22 persen,” jelas Servulus Bobo Riti, Kepala Bagian Humas BNP2TKI.

 

Loading...