Awali Pekan, Rupiah Tergelincir ke Zona Merah

Mengawali perdagangan Senin (13/5), rupiah harus melemahMengawali perdagangan Senin (13/5), rupiah harus melemah - www.cnbcindonesia.com

JAKARTA – Mengawali perdagangan Senin (13/5), harus rela tergelincir ke zona merah setelah resmi menerapkan tarif kepada . Menurut catatan Index, Garuda dibuka melemah 8 poin atau 0,06% ke level Rp14.335 per AS. Sebelumnya, spot sempat ditutup menguat 33 poin atau 0,23% di posisi Rp14.327 per AS pada akhir pekan (10/5) kemarin.

“Tren bearish rupiah bisa berlanjut karena sentimen negatif dari eksternal masih menyelimuti. Market belum priced in retaliasi apa yang akan dilakukan China untuk merespons kenaikan tarif impor oleh AS,” jelas ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail, dilansir Kontan. “Pada hari ini, rupiah kemungkinan besar akan kembali mengalami koreksi.”

Seperti diketahui, pada Jumat waktu setempat, Presiden AS, , resmi menerapkan tarif impor tambahan terhadap barang-barang asal China senilai 200 miliar dolar AS. Produk-produk yang terkena tarif impor tersebut termasuk telepon seluler, komputer, pakaian, dan mainan, dengan kenaikan tarif dari 10% menjadi 25%.

Menanggapi kenaikan tarif, Kementerian Perdagangan China mengatakan sangat menyesalkan keputusan AS. China akan mengambil tindakan penanggulangan yang diperlukan, tetapi tak menjelaskan lebih lanjut. Kenaikan tarif ini sendiri terjadi di tengah negosiasi yang dilakukan selama dua hari antara AS dan China untuk mencoba menyelamatkan kesepakatan yang goyah, bertujuan mengakhiri perang dagang 10 bulan antara dua ekonomi terbesar dunia.

Sektor impor China terbesar yang terkena dampak kenaikan suku bunga adalah kategori modem internet, router, dan perangkat transmisi lainnya senilai 20 miliar dolar AS, diikuti oleh papan sirkuit cetak senilai sekitar 12 miliar dolar AS yang digunakan dalam beragam produk buatan AS. Mebel, produk pencahayaan, suku cadang mobil, penyedot debu, dan bangunan juga termasuk dalam daftar produk yang dikenakan tarif lebih tinggi.

“Penguatan rupiah yang terjadi pada akhir pekan lalu terjadi lantaran adanya aksi profit taking setelah greenback telah bergerak menguat dalam sepekan terakhir,” kata analis Monex Investindo Futures, Ahmad Yudiawan. “Hari ini, mata uang Garuda akan kembali melemah lantaran pelaku memburu dolar AS sebagai safe haven.”

Loading...