Awali April 2019, Rupiah Menguat 0,13%

Rupiah rebound di pembukaan perdagangan Senin (1/4) iniRupiah rebound di pembukaan perdagangan Senin (1/4) ini - finroll.com

JAKARTA – mampu di pembukaan perdagangan Senin (1/4) ini. Seperti dilaporkan Bloomberg Index, Garuda mengawali dengan menguat 18 poin atau 0,13% ke level Rp14.225 per AS. Sebelumnya, spot harus ditutup stagnan di posisi Rp14.243 per AS pada akhir pekan (29/3) kemarin.

Sementara itu, dari global, pergerakan indeks dolar AS terpantau berbalik melemah pada pagi ini. Mata uang Paman Sam terdepresiasi tipis 0,058 poin atau 0,06% ke level 97,226 pada pukul 08.35 WIB. Sebelumnya, greenback sempat berakhir menguat 0,082 poin atau 0,08% di posisi 97,284 pada Jumat waktu setempat.

“Kelanjutan negosiasi dagang antara AS dan akan memengaruhi pergerakan sebagian besar mata uang, termasuk rupiah,” tutur analis Monex Investindo Futures, Ahmad Yudiawan, dikutip Kontan. “Sementara pertemuan kedua negara ini rampung akhir pekan lalu, masih menunggu sampai ada penandatanganan perjanjian.”

Di sisi lain, ekonom Pefindo, Fikri C. Permana, mengatakan bahwa belum ada sentimen besar yang akan mendorong pergerakan rupiah pada hari ini. Tetapi, pasar akan memerhatikan hasil data dalam negeri yang akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada siang nanti. “Jika masih terjaga, maka rupiah akan bergerak stabil,” ujar Fikri.

memperkirakan inflasi untuk bulan Maret 2019 masih akan sangat rendah di kisaran 0,14% (month to month). Sementara, secara year on year, inflasi akan berada pada kisaran 2,51%. Penyumbang inflasi pada bulan kemarin antara lain berasal dari bawang merah, bawang putih, angkutan udara, cabai rawat, dan air minum kemasan.

“Di satu sisi yield domestik yang bergerak turun ditahan penurunannya karena risiko kembali muncul dari inverted yield curve, sehingga pergerakan cenderung stabil begitu pun dengan rupiah,” sambung Fikri. “Untuk hari ini, kami memproyeksikan rupiah akan bergerak stabil di rentang Rp14.200 hingga Rp14.300 per dolar AS.”

Loading...