Awal Tahun 2019, Rupiah Melemah di Pembukaan

Rupiah - bisnis.tempo.coRupiah - bisnis.tempo.co

Jakarta – Mengawali tahun 2019 ini, kurs rupiah dibuka melemah sebesar 56 poin atau 0,39 persen ke posisi Rp 14.446 per dolar AS di pagi hari ini, Rabu (2/1). Sebelumnya, Senin (31/12/2018), Garuda berakhir terapresiasi 178 poin atau 1,22 persen menjadi Rp 14.390 per USD.

Di akhir tahun 2018 indeks dolar AS anjlok terhadap sejumlah mata uang utama usai kemunculan optimisme pada hubungan dagang antara Amerika Serikat dengan China. Akan tetapi dolar AS masih dalam jalur untuk mencatat kinerja tahunan terkuat dalam 3 tahun belakangan. Pada perdagangan Selasa (1/1), indeks dolar AS dilaporkan turun 0,25 persen menjadi 95,92 poin.

Menurut Kepala forex di Scotiabank Toronto Shaun Osborne, dolar AS mengakhiri tahun 2018 dengan pelemahan bersama pasar saham global yang sepi lantaran beberapa telah menutup perdagangan sebelum akhir tahun. Di samping itu, Presiden AS Donald Trump untuk memberi komentar positif sehubungan dengan perang dagang antara AS dan China.

Dilansir Bisnis, sentimen risiko sedikit mereda saat Trump memaparkan bahwa dirinya telah melakukan diskusi yang cukup baik dengan Presiden China Xi Jinping pada Sabtu (29/12) lalu untuk membahas soal perdagangan dan mengklaim adanya perkembangan besar.

Akibat melemahnya dolar AS, rupiah pun berkesempatan untuk melaju cukup kencang ke zona hijau pada perdagangan Senin (31/12) lalu. Menurut Analis Trade Point Futures Deddy Yusuf Siregar, meredanya tensi perang dagang dan kondisi politik di AS usai government shutdown masih mempengaruhi kondisi psikologis pasar. “Selain itu, sentimen lain datang dari minyak mentah dunia yang masih berada di bawah level US$50 per barel,” ujarnya.

Sementara itu, Martin Singgih, analis SeputarForex menuturkan jika gerak rupiah selanjutnya akan dipengaruhi oleh rilis nonfarm payroll (NFP) AS bulan Desember 2018 dan PMI, serta CPI Indonesia pada 2 Januari 2019.

Ekonom Pefindo Fikri C. Permana menambahkan, awal tahun 2019 pergerakan rupiah cenderung masih terbatas lantaran sepi . Tetapi pada hari ini apabila data inflasi yang dirilis masih sesuai dengan ekspektasi di angka 3,0-3,1 persen, maka gerak rupiah kemungkinan akan terjaga. “Rupiah cenderung masih stabil, karena investor atau trader belum banyak ke pasar,” ujar Fikri, seperti dilansir Kontan.

Loading...