Awal Pekan, Rupiah Rebound 50 Poin Usai Pidato Powell

Rupiah - Tribunnews.comRupiah - Tribunnews.com

ternyata mampu rebound pada awal Senin (27/8) ini meski sinyal kenaikan kian kencang usai pidato Gubernur Jerome Powell. Menurut data Index, Garuda membuka dengan menguat 50 poin atau 0,34% ke level Rp14.599 per dolar . Sebelumnya, spot ditutup melemah 11 poin atau 0,08% di posisi Rp14.649 per dolar pada akhir pekan (24/8) kemarin.

Pada Jumat waktu setempat, Jerome Powell dalam sebuah acara gathering direksi The Fed di Jackson Hole, Wyoming, menuturkan bahwa bank sentral tetap mendukung kebijakan komite untuk menaikkan suku bunga secara perlahan. Menurut Powell, kenaikan suku bunga secara perlahan dan stabil adalah cara terbaik untuk melindungi pemulihan ekonomi AS, menjaga pertumbuhan pekerjaan sekuat mungkin, dan mengendalikan laju .

“Ekonomi kuat, inflasi mendekati target 2,0%. Banyak orang yang mencari pekerjaan, kini telah mendapatkannya,” tutur Powell, dilansir Reuters. “Jika pertumbuhan pendapatan meningkat kuat dan perolehan pekerjaan berlanjut, maka kenaikan suku bunga Fed Funds Rate yang bertahap sepertinya akan pantas.”

Pernyataan Powell tersebut disampaikan setelah sebelumnya , , melancarkan kritik bahwa kenaikan suku bunga acuan hanya akan menambah biaya pinjaman atau kredit di AS. Karenanya, Trump menyatakan ketidaksukaan terhadap keputusan kenaikan suku bunga, dan meminta bank sentral untuk mengambil kebijakan yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

“Pidato Powell di Jackson Hole itu bukan untuk mengonfirmasi bahwa mereka masih akan menaikkan suku bunga walaupun sebelumnya Trump kurang setuju dengan kebijakan tersebut,” ujar ekonom BCA, David Sumual, dilansir Viva. “Trump bilang bahwa dolar AS terlalu kuat dan baiknya The Fed tidak terus menaikkan suku bunga.”

Meski demikian, Powell juga mengutarakan pertumbuhan inflasi untuk mencapai target di atas 2,0% masih belum menemui kepastian yang jelas, apakah laju akselerasi sesuai harapan bank sentral atau tidak. Namun, dirinya merasa beruntung bahwa sebuah dekade reformasi sekarang telah memberikan ketahanan sistem keuangan dengan sangat baik dan The Fed siap melakukan tindakan apa pun jika inflasi tidak tepat sasaran.

Loading...