Awal Oktober, Rupiah Dibuka Naik Tipis 5 Poin

Rupiah mengawali transaksi dengan menguat tipis5 poin atau 0,03% ke level Rp14.898 per dolar AS - radarcirebon.com

Di awal Oktober ini, rupiah mampu melanjutkan tren positif ketika membuka Senin (1/10). Menurut data Index, mata uang Garuda mengawali dengan menguat tipis 5 poin atau 0,03% ke level Rp14.898 per . Sebelumnya, spot sudah ditutup naik 20 poin atau 0,13% di posisi Rp14.903 per pada akhir pekan (28/9) kemarin.

Keputusan Bank Indonesia untuk menaikkan acuan sebesar 25 basis poin pada pekan lalu mampu memberikan efek penguatan pada mata uang domestik. Kebijakan yang ternyata juga dilakukan oleh bank sentral di -negara emerging market lainnya dirasa mampu menopang stabil mata uang Garuda pada awal pekan ini.

“Selain itu, rilis data-data ekonomi di awal pekan diharapkan mampu memberikan sentimen positif untuk pergerakan mata uang rupiah, yang bisa mengimbangi AS,” tutur analis CSA Research Institute, Reza Priyambada, dilansir Jawa Pos. “Namun, rupiah diperkirakan akan cenderung mendatar dan bahkan berpotensi melemah jika tidak ada sentimen positif yang dapat direspon dengan baik.”

Pada hari ini, Badan Pusat Statistik () dijadwalkan akan mengumumkan laporan Indonesia di bulan September 2018. Sejumlah ekonom memprediksi bahwa Indonesia akan mengalami deflasi sebesar 0,07% secara bulanan atau sekitar 3,0% secara tahunan, karena sejumlah makanan yang mengalami penurunan.

“Main driver-nya harga makanan yang masih turun,” tutur ekonom Standard Chartered, Aldian Taloputra, dikutip Kontan. “Kondisi tersebut tidak akan jauh berbeda dengan kondisi Agustus 2018. Seperti yang diketahui, BPS mencatat pada Agustus 2018 terjadi deflasi 0,05%. Penurunan harga ditunjukkan oleh beberapa indeks, seperti makanan dan transportasi.”

Sementara itu, ekonom Standard Chartered lainnya, Eric Sugandi, mengatakan bahwa pada bulan September 2018, Indonesia akan mengalami inflasi umum sebesar 0,03% secara bulanan atau 3,10% secara tahunan. Sementara, inflasi inti sekitar 2,80% secara tahunan. “Inflasi terhitung rendah karena harga pangan yang relatif terjaga,” kata Eric.

Loading...