Awal Juli, Rupiah Menguat Jelang Rilis Data Inflasi

Rupiah menguatPenguatan rupiah berlanjut pada perdagangan Senin (1/7) - presidentpost.id

JAKARTA – Penguatan rupiah terhadap masih tetap berlanjut pada Senin (1/7) ini jelang rilis data domestik. Membuka transaksi bulan Juli, dilansir Bloomberg Index, mata uang Garuda terpantau menguat 43 poin atau 0,30% ke level Rp14.083 per AS. Sebelumnya, spot sudah ditutup naik 14 poin atau 0,10% di posisi Rp14.126 per AS pada akhir pekan (28/6) lalu.

Rupiah bergerak positif ketika indeks mencoba bangkit. Mata uang Paman Sam pagi ini terpantau menguat 0,215 poin atau 0,22% ke level 96,345 pada pukul 08.28 WIB. berbalik ke zona hijau setelah pada Jumat waktu setempat harus berakhir melemah tipis 0,064 poin atau 0,07% di posisi 96,130.

“Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini diprediksi akan kembali menguat, dengan sentimen eksternal masih mendominasi penguatan mata uang domestik,” papar ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih, dilansir Kontan. “Efek pertemuan G20 akan positif terhadap penguatan rupiah, dan pengaruh sentimen eksternal akan lebih kuat daripada sentimen domestik.”

Sementara itu, Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, juga memprediksi nilai tukar rupiah bakal terus menguat usai penetapan dan Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Menurut pengamatannya, penetapan Presiden dan Wakil Presiden hasil Pilpres 2019 memberikan sentimen positif terhadap penguatan nilai tukar rupiah.

“Hasil pertemuan Presiden AS, , dan Presiden China, Xi Jinping, pada sela-sela KTT G20 di Jepang akhir pekan lalu akan menjadi penggerak utama pasar pada pekan depan,” ujar Ariston. “Rupiah bisa ke level Rp14.000 per dolar AS bahkan bisa menembus ke bawah level tersebut, apalagi mengingat terdapat sentimen pemangkasan oleh The Fed dalam waktu dekat.”

Dari dalam negeri, pasar saat ini menantikan laporan Badan Pusat Statistik () sepanjang Juni 2019 yang akan dirilis siang nanti. Berdasarkan konsensus pasar yang dihimpun oleh CNBC , indeks harga konsumen month-to-month bulan Juni 2019 diprediksi mencapai angka 0,46%. Jika realisasi sesuai proyeksi, maka terjadi perlambatan dibandingkan bulan sebelumnya.

Loading...