Austria Bikin UU Baru, Kriminalisasi Tindakan Berbau ‘Politik Islam’

Negara Sayap Kanan Austria - www.businessinsider.comNegara Sayap Kanan Austria - www.businessinsider.com

WINA – Umat tampaknya semakin dikucilkan oleh banyak negara Eropa. Kabar terbaru menyebutkan, setelah pelarangan jilbab dan cadar, pemerintah sayap kanan Austria bersiap untuk melakukan tindakan tegas terhadap ekspresi ‘ Islam’. Kanselir sayap kanan Austria, Sebastian Kurz, telah mengumumkan serangkaian tindakan baru yang akan membuat ‘ Islam’ sebagai pelanggaran pidana.

Seperti disalin dari TRT World, melalui Twitter, Kurz mengumumkan kebijakan baru yang menyatakan bahwa dalam melawan politik Islam, pihaknya akan membuat tindak pidana yang disebut ‘political Islam’ agar dapat mengambil tindakan terhadap mereka yang bukan itu sendiri, tetapi yang menciptakan tempat biak untuk itu.

Pengumuman tersebut tentu saja mengejutkan banyak orang. Pasalnya, ia tidak mendefinisikan ‘political Islam’ dan juga tidak menjelaskan sejauh mana praktik Muslim yang dapat dikriminalisasi sebagai akibat dari undang-undang baru ini. Kurz menambahkan, ada kemungkinan lebih lanjut untuk penutupan tempat ibadah, pengenalan daftar imam, simbol dan undang-undang asosiasi akan diperketat, dan langkah-langkah akan diambil untuk menguras aliran keuangan untuk pendanaan teroris.

Di masa lalu, Austria telah menutup beberapa yang dianggap politis. Langkah pada saat itu dikutuk sebagai ‘refleksi dari gelombang Islamofobia, rasis. dan diskriminatif. “Ini adalah langkah terbaru pemerintah untuk menghancurkan masyarakat sipil Muslim dan mengirimkan pesan bahwa tidak ada yang aman. Menjadikan ‘political Islam’ sebagai pelanggaran kriminal akan membuka pintu untuk setiap tindakan keras di masa depan,” tandas Farid Hafez, seorang ilmuwan politik Austria di Departemen Ilmu Politik dan Sosiologi Universitas Salzburg.

Awal bulan ini, seorang pria bersenjata berusia 20 tahun yang pernah mencoba bergabung dengan ISIS (Daesh), menyerang beberapa sipil di Wina. Tindakan tersebut mengakibatkan empat nyawa melayang. Serangan itu dikecam habis-habisan oleh kelompok Muslim, dan dua orang Austria-Turki setempat membantu seorang polisi yang terluka, membawanya ke tempat aman.

Rencana aksi terbaru Kurz tidak menunjukkan, dalam bentuk apa pun, bagaimana serangan oleh seorang individu dapat dicegah. Selain itu, hal itu mengancam menstigmatisasi masyarakat Muslim yang lebih luas. “Apakah kita benar-benar ingin hidup dalam masyarakat dengan para ahli dan pemerintah memutuskan siapa yang dipenjara seumur hidup karena dicurigai semata?” tanya seorang jurnalis lokal.

Austria, dalam beberapa tahun terakhir, telah menjadi saksi peningkatan aktivitas sayap kanan dan insiden yang berkaitan dengan Islamofobia. Sebuah yang mengamati Islamofobia di Eropa menemukan bahwa telah terjadi insiden Islamofobia sebanyak dua kali lipat pada tahun 2019, dengan 1.050 kasus kejahatan rasial anti-Muslim.

Pada tahun itu, pemerintah sayap kanan Austria yang dipimpin oleh Kurz, menerapkan larangan jilbab di sekolah dasar, setelah sebelumnya melembagakan larangan penggunaan cadar pada tahun 2017. Kedua kebijakan tersebut telah dilembagakan atas dasar memerangi ‘political Islam’. Banyak Muslim sekarang akan bertanya-tanya apa praktik Muslim normatif lainnya yang mungkin termasuk dalam ketentuan ‘political Islam’ versi pemerintah yang sebenarnya tidak jelas.

Loading...