Aturan Bitcoin Lebih Longgar, Risiko Finansial ‘Bayangi’ Jepang

TOKYO – Jepang merupakan salah satu negara di yang telah melegalkan mata uang digital, termasuk bitcoin, sebagai tukar dalam transaksi keuangan sejak bulan Agustus 2017 lalu. Tetapi, beberapa pihak mengkhawatirkan bahwa aturan yang longgar, yang memungkinkan , bisa membuat Negeri Matahari Terbit tersebut memiliki risiko finansial di masa depan.

Seperti dilaporkan Nikkei, Jepang adalah pengadopsi cryptocurrency yang paling awal, dan melegalkan penggunaan mata uang tersebut sebagai alat tukar yang valid sejak tahun lalu. Saat ini, negara tersebut tampaknya telah menjadi pemimpin dunia dalam hal penggunaan kripto, dengan transaksi yen-bitcoin yang mencakup 40 persen dari total .

Rasio ini mungkin akan meningkat jika lebih banyak mengeksploitasi peraturan Jepang yang lebih longgar, meskipun Tokyo menegaskan bahwa pihaknya mempertahankan perlindungan yang memadai bagi dan . Seorang ekonom eksekutif di Nomura Research Institute, Takahide Kiuchi, mengatakan tindakan keras terhadap mata uang virtual di luar negeri telah menyebabkan ‘pergerakan untuk mentransfer uang ke Jepang, karena peraturan yang relatif lebih kendur’.

Tidak seperti transfer uang antar-bank internasional, yang mengenakan komisi tinggi dan membutuhkan banyak waktu, token digital dapat dikirim seketika seperti pesan email. Jika investor di Korea Selatan ingin berdagang dengan bitcoin, mereka dapat melakukannya hanya dengan mengirimkan token digital ke kenalan atau rekan mereka di Jepang.

Meskipun hal ini dapat memacu dan berkontribusi pada pertumbuhan platform dan bisnis terkait lainnya di Jepang, negara tersebut mungkin mengekspos risiko yang sama dengan yang ditakutkan oleh negara tetangga. Untuk saat ini, Tokyo masih enggan memperketat peraturan mereka. “Saya rasa, tidak baik mengatur apa saja dan segalanya, dan karenanya diperlukan pendekatan yang seimbang,” ujar Menteri Keuangan Jepang, Taro Aso, beberapa waktu lalu.

Beberapa negara lain telah memilih melarang atau melakukan peraturan yang ketat mengenai uang digital ini. People’s Bank of China sudah memerintahkan perusahaan yang menyediakan layanan pembayaran untuk berhenti melakukan bisnis dengan pertukaran mata uang virtual. Pada akhir Oktober 2017, pemerintah Vietnam menyatakan bahwa bitcoin dan kripto lainnya adalah ‘bukan metode pembayaran yang sah’ di dalam negeri. Sementara, Bank Indonesia dengan tegas melarang penggunaan kripto karena bisa menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan pada perekonomian.

Tetapi Jepang, sekali lagi, mungkin adalah suara yang berbeda. Negara ini menyatakan bahwa mereka tidak perlu melarang perdagangan cryptocurrency karena telah menerapkan pengamanan. Sehubungan dengan ini, Jepang memperkenalkan sistem pendaftaran untuk pertukaran cryptocurrency dengan negara lain. Hal ini juga wajib bagi para pedagang untuk memberikan identifikasi saat bertransaksi dengan mata uang tersebut.

Meski demikian, beberapa ahli berpendapat masih ada banyak celah. Misalnya, bitcoin tidak diatur dalam Financial Instruments dan Exchange Act, yang memerlukan pengungkapan lebih rinci dan pengawasan ketat terhadap penjual dan broker kripto. Otoritas keuangan di Perancis dan Jerman telah menghimpun gagasan untuk mengklasifikasikan mata uang virtual sebagai sekuritas, seperti saham dan obligasi pemerintah, meskipun Paris maupun Berlin tidak memberikan rincian apa pun.

“Perdebatan akan berlangsung di pemerintah Jepang mengenai bagaimana kita harus menanggapi tren internasional dan sampai sejauh mana peraturan harus diperketat,” kata seorang pejabat Jepang yang mengawasi industri keuangan. “Kami sangat curiga bahwa orang Korea Utara, misalnya, melakukan pencurian dari serangan cyber dengan bitcoin dan sejenisnya.”

Nilai bitcoin sendiri telah merosot di bawah 10.000 AS tercatat tanggal 17 Januari lalu, setelah sebelumnya sudah kehilangan sekitar setengah nilainya sejak Desember 2017. Dalam beberapa hari terakhir ini, nilai mata uang tersebut telah melayang sekitar 11.000 AS. Sementara, kapitalisasi pasar kripto yang dilacak oleh CoinMarketCap telah turun lebih dari 30 persen dari puncak tertinggi 835 miliar AS pada 7 Januari, menjadi sekitar 570 miliar AS.

Loading...