Aturan Berat Maksimal Diubah, Banyak Konsumen Tak Bisa Nikmati Tarif Murah Paket Pos Biasa

Yogyakarta – Sejumlah agen mengaku mengalami penurunan omzet setelah PT menguarkan nota pusat terbaru. Lewat Nota Pusat No. 1096/Bangbispaket/0716, PT menetapkan aturan baru terkait Pos Biasa.

Dalam peraturan terbaru, layanan Paketpos Biasa mengalami penurunan berat maksimal dari yang sebelumnya 50 kg menjadi 20 kg. Imbalan atau fee yang didapat oleh agen untuk layanan Paket Pos Biasa pun kini turun dari 22% menjadi 5% saja.

Ketentuan baru yang sudah ditetapkan sejak sehabis Lebaran tahun lalu ini dianggap cukup memberatkan agen karena berakibat pada penurunan penghasilan yang didapat oleh agen. Apalagi karena peminat layanan Paket Pos Biasa pun cukup banyak. “Setidaknya rata-rata (omzet) agen turun sampai 30 persen,” ujar Ketua Paguyuban Agen Pos DIY di wilayah kerja Kantor Pos Besar Nol Kilometer, Nurcahyo Indra Yudha.

Setelah diberlakukannya aturan tersebut, konsumen yang biasanya menggunakan Paket Pos Biasa untuk mengirim barang dengan berat 20-50 kg, maka kini pun terpaksa beralih menggunakan layanan Paket Kilat Khusus atau Paket Express yang tarifnya lebih mahal. “Akhirnya banyak konsumen yang pindah ke ekspedisi lain,” ujarnya.

Paket Pos Biasa tersebut bisa dipilih oleh konsumen yang berat pengirimannya di atas 2 kg. Berikut rincian Paket Pos Biasa dari Jakarta ke sejumlah kota yang ada di Indonesia:

TujuanTarif (Rp)
Bandung13.130
Banda Aceh33.835
Malang22.220
Palangkaraya41.410
Banjarmasin37.370
Ambon48.985
Merauke117.160
Bekasi12.120
Jakarta11.615
Semarang18.180
Manado56.560
Makassar44.440
Batam26.260
Samarinda58.075
Loading...