Aturan Baru, Harga BBM Bersubsidi akan Ditinjau Ulang Tiap 3 Bulan

SPBU bensin premium - photo by Riza Nugraha

Jakarta dalam waktu dekat akan kembali mengkaji bersubsidi. Hal inilah yang disampaikan oleh Dirjen Migas Kementrian I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja.

“Apakah turun atau naik nanti tergantung . Itu hitungannya per tiga bulan,” ungkapnya saat diminati keterangan di Jakarta, kemarin (8/12). Penyesuaian harga BBM bersubsidi ini rencananya akan segera dilakukan pada awal bulan Januari mendatang.

Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hari ini (9/12) dijadwalkan untuk meneken aturan baru. Harga jual BBM bersubsidi jenis Solar dan ke depannya akan ditetapkan tiap 3 bulan sekali, sesuai Peraturan ESDM Nomor 39 Tahun 2015 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM. Aturan baru ini secara otomatis menggugurkan aturan lama, yakni Peraturan ESDM Nomor 39 Tahun 2014 yang menyebutkan penentuan harga BBM akan ditentukan setiap bulan.

“Harga jual eceran jenis BBM tertentu ditetapkan setiap 3 bulan, atau apabila dianggap perlu Menteri dapat menetapkan lebih dari 1 kali dalam setiap 3 bulan,” ujarnya dalam salinan aturan yang diperoleh oleh awak media, Selasa (8/12).

Sebelumnya, penyesuaian harga terakhir telah dilakukan pada 1 Oktober 2015 lalu. BBM bersubsidi pun tak mengalami perubahan harga. BBM jenis Premium untuk wilayah non-Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) ditetapkan pada harga Rp 7.400/liter. Sedangkan untuk jenis solar, harganya masih tetap Rp 6.900/liter. Hal serupa juga ditetapkan untuk wilayah Jamali (Jawa, Madura, Bali). [fie]

Loading...