Atraksi Wisata Apa Saja yang Bakal Digelar Saat Imlek 2018 di Singkawang?

Imlek di Singkawang - travel.akurat.coImlek di Singkawang - travel.akurat.co

Perayaan Imlek 2018 di Kota Singkawang, Barat tampaknya akan kembali digelar meriah seperti tahun-tahun sebelumnya. Kota yang dijuluki Kota Seribu Kelenteng dan Hong Kong-nya Indonesia ini akan mengadakan berbagai atraksi untuk menggenjot sektor di Singkawang selama perayaan Imlek. Tahun ini Dinas Singkawang setidaknya menargetkan 684 ribu turis akan memadati Singkawang saat Imlek.

Perayaan Imlek sendiri akan diselenggarakan pada 16 Februari 2018, sedangkan Cap Go Meh jatuh pada tanggal 1 Maret 2018 mendatang. “Tahun 2017 kemarin mencapai 566.487 orang, tahun ini kita targetkan sebanyak 684.793 orang,” ucap Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Singkawang, Suryanto, seperti dilansir Antara.

Singkawang diketahui telah mengemas perayaan Imlek dan Cap Go Meh menjadi atraksi wisata sejak tahun 2009 lalu. “Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata juga sudah menetapkan bahwa dua perayaan ini dalam kalender event nasional. Harapan saya, penyelenggaraan Imlek dan Cap Go Meh pada tahun ini berjalan kondusif,” tutur Suryanto.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Singkawang yang masih kental dengan peninggalan wisata Tionghoa ini akan menghadirkan atraksi magis spiritual tatung atau loya yang spektakuler atau disebut dengan Cap Go Meh. Pada tahun ini Singkawang akan menggelar perayaan Imlek dan Festival Cap Go Meh mulai tanggal 15 Februari sampai 4 Maret 2018 yang dipusatkan di Stadion Kridasana.

Imlek di Singkawang - pontianak.tribunnews.com

Imlek di Singkawang – pontianak.tribunnews.com

Selama perayaan Imlek, Stadion Kridasana dan sekitarnya akan dihiasi dengan berbagai ornamen yang unik dan menarik seperti gunung batu, jembatan kaca, dan tak ketinggalan lampion merah khas Imlek. Yang lebih menarik lagi, akan ada ratusan tatung atau loya yang melakukan parade mengelilingi kota dengan berbagai atraksi ekstrem dan menarik bersama rombongan pemukul gendang yang diyakini dapat mengusir roh jahat.

Uniknya, pawai tatung di Singkawang disebut-sebut sebagai pawai terbesar di dunia. Tak seperti pawai pada umumnya, tatung merupakan perpaduan dari budaya Tionghoa dan Dayak. Bahkan kabarnya pada perayaan Cap Gomeh kelak Singkawang memiliki target untuk meraih rekor MURI lewat 9 replika naga. Atraksi tersebut akan ditunjukkan dalam Pawai Lampion pada 28 Februari 2018 mendatang di pusat Kota Singkawang.

“Akan ada replika naga terbanyak se-Indonesia yang siap tampil di Singkawang. Silakan datang dan menikmati perayaan Cap Go Meh di Singkawang,” ungkap Ketua Panitia Pembuatan Replika Naga Bong Sin Foo pada Rabu (7/2).

Replika naga tersebut akan dipertontonkan oleh Grup Santo Yosep Singkawang. replika naga itu telah dirancang semenarik mungkin dengan pembubuhan warna-warna seperti putih, merah, hijau, biru, dan kuning. Sisanya mengusung warna oranye, emas, abu-abu, hingga merah muda. “Biasanya warna naga itu merah, hijau, atau kuning. Tapi, kami memberi nuansa lain. Belum pernah ada warna naga abu-abu, biru, oranye atau bahkan pink. Naga yang berwarna seperti itu, nantinya akan dibawa oleh ibu-ibu,” beber Bong Sin.

Walaupun pemilihan warna kali ini di luar standar, rupanya pemilihan warna replika naga memiliki filosofi khusus. Warna tersebut mewakili 5 unsur, yakni elemen tanah, tanah, air, api, kayu, dan logam khususnya emas. Sedangkan warna lain hanya dipakai sebagai pelengkap untuk menyemarakkan replika naga saja. Replika naga kelak juga dilengkapi lampu LED dengan cahaya yang senada dengan warna dasar naga supaya membuat karakter naga lebih hidup, terutama ketika berada dalam kegelapan.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun turut mempromosikan atraksi wisata budaya terkait Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang. “Tradisi itu akan menjadi daya tarik baik wisman maupun wisnus yang luar biasa ke Singkawang. Silakan tonton puncak perayaan Cap Go Meh di sana,” kata Arief.

Ketika berada di Singkawang, para wisatawan tak hanya dapat menikmati suasana Imlek saja, tetapi juga bisa menjelajahi keindahan tempat wisata menarik lainnya seperti pusat Kota Singkawang yang biasanya disemarakkan dengan lampion replika 12 shio yang diletakkan di Bundaran 1001 Al dan sepanjang Jalan Pangeran Diponegoro.

Kemudian wisatawan juga bisa berkunjung ke Tua Keluarga Tjhia (Xie) yang merupakan salah satu bangunan cagar budaya di Jalan Budi Utomo. kuno ini mengusung gaya China dengan perpaduan nuansa Eropa. Jika mengunjungi Kota Seribu Klenteng, rasanya belum lengkap jika tidak mampu ke Kelenteng Bumi Raya. Kelenteng yang dibangun sejak tahun 1878 silam ini termasuk kelenteng bersejarah yang menjadi ikon Kota Singkawang.

Bagi yang ingin mengetahui langsung seperti apa budaya Tionghoa, dapat juga menyempatkan diri untuk mampir ke Pemakaman Manggis. Ketika bulan Imlek atau Cheng Beng biasanya terdapat dekorasi batu nisan yang unik, serta para wisatawan pun bisa menyaksikan secara langsung bagaimana tradisi sembahyang terhadap para leluhur yang dilakukan oleh penduduk Tionghoa di Singkawang.

Nah, bagi yang menginginkan nuansa lebih meriah lagi juga bisa berkendara sekitar 4 jam perjalanan ke Kota Pontianak. Pontianak kabarnya juga menghadirkan atraksi Imlek yang menarik dari tahun ke tahun. Apabila tak ingin repot menyusun perjalanan sendiri, para wisatawan juga bisa memanfaatkan jasa agen travel di Singkawang yang banyak menawarkan paket tour private dengan mulai dari Rp 2 jutaan.

Paket tour tersebut sudah meliputi penginapan, makan, city tour ke pontianak dan singkawang, masuk objek wisata, air minum, tour guide, dan biaya tribun Cap Go Meh 2018. paket belum termasuk dengan pengeluaran pribadi, tiket pergi pulang, hingga tipping guide dan sopir per hari.

Loading...