Atasi Tekanan Dolar, Rupiah Ditutup Naik 13 Poin

berhasil mempertahankan posisi di teritori positif sepanjang Selasa (13/3) ini, meski indeks dolar AS kembali bergerak menguat, terutama terhadap yen Jepang. Menurut laporan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, NKRI menutup dengan penguatan sebesar 13 poin atau 0,09% ke level Rp13.752 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah sudah berakhir naik 32 poin atau 0,23% di posisi Rp13.765 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (12/3) kemarin. Tren positif mata uang Garuda berlanjut pagi tadi dengan dibuka menguat tipis 2 poin atau 0,01% ke level Rp13.763 per dolar AS. Sepanjang transaksi hari ini, spot relatif bergerak nyaman di area hijau, mulai awal hingga akhir dagang.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.757 per dolar AS, mengalami apresiasi sebesar 11 poin atau 0,08% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.768 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia bergerak mixed versus , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,16% dialami rupee India, sedangkan pelemahan terdalam sebesar 0,12% menghampiri yen Jepang.

Dari , indeks dolar AS kembali bergerak naik terhadap sekeranjang mata uang dunia pada Selasa, setelah kemarin sempat rontok imbas keraguan mengenai kenaikan AS dan skandal kronisme yang melibatkan Perdana Menteri Jepang. Mata uang Paman Sam tersebut menguat 0,063 poin atau 0,07% ke level 89,96 pada pukul 11.04 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, dolar AS sempat melemah terhadap yen, karena skandal politik yang melanda Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, sekaligus menimbulkan keraguan tentang kemampuannya untuk terus mengejar kebijakan ekonomi, termasuk pelonggaran moneter. Yen sempat diperdagangkan di posisi 106,35 per dolar AS pada Selasa pagi.

Departemen Keuangan Jepang pada Senin kemarin mengakui bahwa pihaknya mengubah dokumen yang berkaitan dengan penjualan properti milik kepada seorang operator sekolah yang memiliki hubungan dengan istri Abe. Skandal ini bisa memangkas peringkat Abe dan melepaskan harapannya untuk jabatan ketiga sebagai pemimpin Liberal Democratic Party (LDP) dalam pemilihan suara September mendatang.

Saat ini, pasar menantikan rilis data inflasi dan penjualan ritel AS demi memperoleh petunjuk arah laju pengetatan suku bunga oleh , serta laporan produksi industri, penjualan ritel, dan investasi aset tetap China. Inflasi AS bulan Februari 2018 diperkirakan naik menjadi 2,2%, sedangkan indikator ekonomi China diprediksi akan mengalami pertumbuhan yang melambat.

Loading...