Atasi Macet, Go-Jek dan Grab Bantu Retailer Kirim Barang ke Pelanggan

Go-Jek dan Grab Kirim Barang - id.techinasia.comGo-Jek dan Grab Kirim Barang - id.techinasia.com

JAKARTA/BANGKOK – ojek seperti Go-Jek dan Grab ternyata tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat yang ingin bepergian. Para retailer juga memanfaatkan layanan ini untuk membawa mereka langsung ke , sehingga menghemat waktu di tengah kemacetan parah di beberapa di Asia Tenggara.

Seperti diberitakan Nikkei, Aeon telah bergabung dengan Go-Jek Indonesia untuk akses berbelanja dan layanan ke rumah konsumen. Pelanggan dapat memesan barang melalui smartphone mereka untuk diambil di toko Aeon, yang kemudian dikirimkan oleh pengendara Go-Jek. Aeon juga menerima uang Go-Pay di toko-tokonya.

“Kami memiliki dua pusat perbelanjaan besar di Indonesia yang telah mendapatkan banyak pelanggan, tetapi konsumen Asia Tenggara mengubah cara mereka berbelanja dengan cepat,” kata Presiden & CEO Aeon, Motoya Okada. “Melalui kerja sama dengan perusahaan berbasis internet seperti Go-Jek, kami berharap cepat beradaptasi dengan kebutuhan konsumen.”

Sementara itu, di Thailand, jaringan hypermarket Tesco Lotus meluncurkan kemitraan yang memungkinkan pelanggan memesan makanan secara online melalui startup HappyFresh, yang kemudian diantarkan oleh Grab, perusahaan yang berbasis di Singapura. Selain itu, salah satu konglomerat, TCC, juga telah bekerja sama dengan Grab melalui afiliasi supermarket Big C.

Perusahaan bermitra dengan aplikasi ini karena armada dapat melaju lebih cepat daripada mobil melalui kota-kota yang macet di Asia Tenggara. Layanan pengiriman Grab misalnya, mampu mengirimkan produk pesanan pada jam 5 sore. Di Bangkok, selama jam sibuk sore, mereka hanya butuh waktu satu jam ke pelanggan dari toko sekitar 6 km jauhnya. Layanan ini tersedia untuk pesanan lebih dari 200 baht, dengan biaya 60 baht hingga 90 baht.

Menurut layanan pemetaan Belanda, TomTom, Bangkok adalah kota paling macet kedua di dunia setelah Mexico City, sedangkan Jakarta menduduki urutan ketiga. Dengan bermitra dengan aplikasi ini, para retailer dapat mengirimkan pesanan secara fleksibel kepada pelanggan, apa pun kondisi lalu lintasnya, tanpa membangun jaringan logistik mereka sendiri.

Go-Jek dan Grab adalah dua aplikasi pendorong ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Aplikasi asal Indonesia memiliki 1 juta pengemudi sepeda motor yang terdaftar, sementara perusahaan Singapura digawangi 2,3 juta pengemudi mobil dan sepeda motor. Kedua perusahaan telah berkembang pesat karena kebutuhan akan transportasi umum di ASEAN.

Ekonomi digital sendiri tumbuh lebih cepat di Asia Tenggara daripada di tempat lain di dunia. Pasar diprediksi akan naik lebih dari tiga kali lipat menjadi 240 miliar dolar AS pada tahun 2025, didorong oleh peningkatan lima kali lipat dalam e-commerce, menurut perkiraan oleh Google dan Temasek Holdings, perusahaan asal Singapura.

Di sisi lain, penjualan toko offline di Asia Tenggara melambat secara signifikan. Di Indonesia, pasar terbesar di kawasan ini, penjualan pada Oktober naik hanya 2,9 persen pada tahun 2018, dibandingkan dengan pertumbuhan dua digit sepanjang 2016 lalu. Akibatnya, para retailer seperti ditekan untuk menyesuaikan dengan perubahan kebutuhan konsumen.

Transmart Carrefour memulai upaya serupa dengan Aeon tahun lalu di Indonesia. Sementara, KFC bekerja sama dengan layanan pengiriman makanan berbasis Jerman, Foodpanda, di Malaysia, untuk mengirimkan 70 persen dari tokonya pada akhir 2019. “Kami dapat memberikan nilai baru saat bekerja sama dengan Go-Jek, yang telah menjadi infrastruktur penting untuk kehidupan sehari-hari,” ujar manajer umum Aeon Mall Jakarta Garden City, Yoshiaki Naito.

Loading...