Asia Tenggara Berjuang Melawan Virus Zika

Singapura – Lebih dari 300 orang didiagnosis terserang virus Zika di Singapura tahun ini. Sementara itu di Thailand angka penderita Zika mencapai 200 orang. Walaupun angka kasus penderita Zika di -negara lainnya cukup kecil, wabah yang menyerang 2 negara yang terkenal dengan dan pariwisatanya ini bisa sangat mempengaruhi sektor .

Di Asia dampak utama yang paling mungkin dirasakan adalah di Singapura, yang akan menjadi tuan rumah ajang Formula One Grand Prix pada 16-18 September mendatang. tersebut bukan hanya menarik para penggemar saja, tetapi juga para tamu perusahaan yang akan mengadakan pertemuan bisnis selama pekan F1 Grand Prix berlangsung. Singapura sendiri baru pertama kali mengalami wabah Zika.

Sejauh ini angka pariwisata di Singapura masih belum anjlok, walaupun AS, , Australia, , dan Korea Selatan telah menyarankan para wanita hamil untuk mengunjungi negara tersebut.

“Belum ada dampak yang nyata dari Zika pada sektor pariwisata Singapura sejauh ini, hanya ada beberapa pembatalan,” ujar Oliver Chong selaku Direktur Eksekutif untuk Komunikasi dan Pemasaran di Singapore Tourism Board.

Sedangkan sektor pariwisata penting Thailand yang mempekerjakan sekitar 5 juta orang juga belum terpengaruh dengan hal ini. Kepala Otoritas Pariwisata Thailand, Yuthasak Supasorn menepis kekhawatiran publik, mengingat bahwa jumlah kasus Zika di Thailand lebih rendang dibanding Singapura. “Saya pikir Thailand adalah negara yang kredibel. Kami tidak menyembunyikan apa-apa, jadi saya tidak berpikir bahwa hal ini perlu perhatian lebih,” ujarnya di awal September.

Namun grafik penderita Zika di Thailand meningkat seperti yang dilaporkan juru bicara Kementerian Suwannachai Wattanayingcharoen, bahwa tahun ini ditemukan 200 kasus Zika.

Malaysia melaporkan sekitar 6 kasus Zika sejauh ini, termasuk dengan satu kasus wanita hamil. Sementara itu Departemen Kesehatan Filipina mengkonfirmasi total kasus Zika di sana mencapai 8 orang, termasuk 5 warga negara asing yang datang dari negara yang terinfeksi virus Zika.

Indonesia, sebagai negara terpadat di Asia Tenggara belum menemukan adanya kasus Zika baru. Oscar Primadi, juru bicara Kementerian Kesehatan mengungkapkan jika pihaknya telah melakukan pengawasan ketat di pelabuhan dan bandara.

Zika sendiri tetap menjadi virus yang misterius dan membuatnya sulit untuk memprediksi dampak ekonomi yang mungkin terjadi. Para peneliti masih meneliti lebih lanjut terkait data-data terbaru mengenai virus Zika.

Walau ekonomi Asia, terutama untuk sektor pariwisata bisa sangat terpengaruh oleh virus Zika, penyebaran virus ini bisa meningkatkan pendapatan beberapa sektor bisnis seperti rumah sakit dan juga produsen sarung tangan karet.

“Setiap kali ada wabah apapun, lalu lintas rumah sakit akan lebih padat,” kata Montes Rattayapas, analis di Capital Nomura Securities Bangkok.

Loading...