Aset Safe Haven Lebih Diminati, Rupiah Lesu di Awal Dagang

Jakarta – Kurs dibuka 7 poin atau 0,05 persen ke Rp 13.331 per di awal pagi hari ini, Kamis (18/5). Sebelumnya Garuda berakhir 24 poin atau 0,18 persen ke level Rp 13.324 per usai bergerak di rentang angka Rp 13.292 hingga Rp 13.325 per .

Sementara itu nilai tukar dolar AS melemah pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB (18/5) sebesar 0,61 persen menjadi 97,506. Menurut riset Binaartha, tingginya minat para terhadap sejumlah uang safe haven mengakibatkan gerak beberapa uang yang tidak termasuk kategori tersebut, termasuk rupiah menjadi lemah.

Di samping itu, para pelaku saat ini sedang menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang dijadwalkan akan dirilis pada hari ini, Kamis (18/5). “Pelaku saat ini mewaspadai rilis hasil RDG BI yang sampai saat ini diprediksi masih akan dipertahankan,” ujar Putu Agus Pransuamitra, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures.

Selain itu, koreksi rupiah juga lebih disebabkan karena faktor teknikal. Menurutnya penguatan selama beberapa waktu terakhir mengakibatkan aksi profit taking yang dilakukan oleh para pelaku pasar untuk memperoleh keuntungan dalam jangka pendek. Meski ada sentimen positif seperti percepatan program oleh para menteri, tampaknya hal itu masih belum mampu meyakinkan para investor.

Karena masih belum ada rilis hasil resmi RDG BI, pasar pun kini cenderung melakukan aksi wait and see. Ditambah lagi harga minyak mentah dunia yang mengalami penurunan juga turut membebani mata uang berbasis komoditas seperti rupiah.

Walau demikian, Putu berpendapat jika koreksi rupiah bersifat terbatas. Terutama fundamental ekonomi di Indonesia yang dianggap cukup kuat. “Bukan tidak mungkin Kamis (18/5) rupiah catat penguatan lagi,” tandasnya.

Loading...