Aset Safe Haven Diburu, Rupiah Tetap Berakhir Menguat

Rupiah - en.tempo.coRupiah - en.tempo.co

JAKARTA – Setelah sempat turun di pertengahan , mampu kembali ke zona hijau pada Kamis (3/1) sore, saat indeks AS bergerak lebih rendah karena investor cenderung memburu aset safe haven di tengah kecemasan pertumbuhan . Menurut data Bloomberg Index pada pukul 15.50 WIB, Garuda menguat 41 poin atau 0,28% ke level Rp14.417 per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi Bank mematok kurs tengah berada di posisi Rp14.474 per dolar AS, terdepresiasi 9 poin atau 0,06% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.465 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia tidak berdaya melawan , dengan pelemahan terdalam sebesar 0,77% dialami won Korea Selatan, disusul dolar Taiwan yang turun 0,41%.

Dari global, indeks dolar AS bergerak lebih rendah pada hari Kamis, ketika aset safe haven lebih menarik di kalangan investor, di tengah meningkatnya risiko pertumbuhan global dan volume tipis karena pergantian tahun. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,2750 poin atau 0,28% menuju level 96,5440 pada pukul 13.07 WIB setelah kemarin berakhir di posisi 96,8190.

Seperti diberitakan Reuters, peringatan laba dari Apple Inc menurunkan minat investor terhadap aset berisiko, yang menambah kekhawatiran pada turunnya permintaan terhadap produk Apple. Pabrikan asal AS baru saja memangkas prediksi penjualan untuk kuartal terakhir menyusul melemahnya penjualan iPhone mereka di China.

Aset yang lebih aman, seperti yen Jepang, lantas lebih diminati investor, yang langsung terpantau menguat 1,63 poin atau 1,5% menuju level 107,25 per dolar AS pada pukul 11.46 WIB. Lonjakan penghindaran aset berisiko ini memicu aliran permintaan besar-besaran yang telah memegang posisi short yen Jepang selama berbulan-bulan.

“Yen dipandang undervalued dan dapat menguat jika dolar AS melemah secara menyeluruh, selain juga jika pandangan secara luas bahwa ekonomi global akan stabil pada potensi pertumbuhan tahun ini terbukti salah,” tutur ahli FX di Bank of America Merrill Lynch, Athanasios Vamvakidis. “The Fed berhenti dan/atau ada sentimen risk-off seperti yang terlihat pada akhir 2018.”

Loading...