Aset Safe Haven Diburu, Rupiah Drop di Akhir Rabu

Rupiah - jateng.tribunnews.comRupiah - jateng.tribunnews.com

JAKARTA – gagal bangkit ke area hijau pada perdagangan Rabu (8/5) sore, ketika aset safe haven seperti yen Jepang lebih diburu menyusul kekhawatiran mengenai ketegangan terbaru negosiasi AS-China. Menurut Index pada pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda melemah 15 poin atau 0,11% ke level Rp14.295 per dolar AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan berada di posisi Rp14.305 per dolar AS, menguat tipis 4 poin atau 0,03% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.309 per dolar AS. Di saat bersamaan, mata uang Asia bergerak mixed versus , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,29% dialami yen Jepang dan pelemahan terdalam sebesar 0,30% menghampiri rupee India.

Dari , aset safe haven seperti yen Jepang kembali diburu sedangkan indeks dolar AS bergerak lebih rendah, dilatarbelakangi kekhawatiran mengenai dampak dari konflik perdagangan AS-China yang kembali memburuk. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,134 poin atau 0,14% ke level 97,494 pada pukul 15.48 WIB.

Diberitakan Reuters, yen telah mendapatkan dukungan yang stabil dalam beberapa hari terakhir, setelah pasar global kembali terguncang oleh ketegangan baru dalam konstelasi perdagangan AS dan China. Yen Jepang terpantau menguat tipis 0,1% melawan greenback, menuju level 110,13, sekaligus kenaikan dalam empat hari berturut-turut.

Kekhawatiran pasar dimulai ketika Presiden AS, Donald Trump, dalam akun Twitter pribadinya berkicau bahwa ia akan menaikkan atas asal China senilai 200 miliar dolar AS menjadi 25% di akhir minggu ini dan akan segera menargetkan Negeri Panda yang tersisa. Sejumlah analis mengatakan bahwa ancaman Trump tersebut sebagai taktik negosiasi.

“Fokus pedagang sekarang adalah apakah yen akan menguat melewati 109,70 terhadap dolar AS, yang terakhir kali terjadi pada bulan Maret kemarin,” ujar analis senior di Sony Financial Holdings, Kumiko Ishikawa. “Saya yakin yen akan menembus level tersebut jika Trump akan menindaklanjuti ancamannya untuk menaikkan tarif terhadap produk asal China pada minggu ini, dan akan mengeluh lagi tentang negosiasi perdagangan.”

Loading...