Aset Berisiko Terangkat, Rupiah Ditutup Menguat

Rupiah - bisnis.tempo.coRupiah - bisnis.tempo.co

JAKARTA – Rupiah mampu menjaga posisi di area hijau hingga Kamis (6/2) sore, ketika optimisme bahwa wabah dapat dikendalikan sanggup mengangkat sentimen risiko di kawasan Benua . Menurut catatan Index pada pukul 15.56 WIB, Garuda ditutup menguat 55 poin atau 0,41% ke level Rp13.635 per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi Bank menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.662 per dolar AS, menguat 55 poin atau 0,40% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.717 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia bergerak variatif, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,86% dialami won Korea Selatan, sedangkan pelemahan terdalam sebesar 0,35% menghampiri baht Thailand.

Mata uang Negeri Ginseng, seperti dilansir Bloomberg, memimpin penguatan kurs di Benua Kuning seiring optimisme bahwa wabah virus corona dapat dikendalikan, meskipun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa vaksin masih jauh dari tercapai. Di sisi lain, baht harus terjungkal setelah bank sentral Thailand memutuskan untuk melonggarkan kebijakan moneter mereka.

“Risiko dari virus corona tampaknya berkurang, sehingga meningkatkan sentimen risiko untuk secara luas mengangkat harga saham dan mata uang Asia,” tutur ekonom senior emerging market di SMBC Nikko Securities Inc., Kota Hirayama. “Namun, mungkin masih terlalu dini untuk menjadi terlalu optimis karena jumlah kasus infeksi terus meningkat. Kami juga tidak yakin bagaimana wabah ini akan berdampak negatif pada ekonomi karena banyak kegiatan di negara ini telah dihentikan.”

Dari global, indeks dolar AS bergerak lebih tinggi pada hari Kamis, didukung oleh domestik yang kuat dan harapan bahwa dampak virus corona terhadap ekonomi dapat dibatasi. Mata uang Paman Sam terpantau menguat tipis 0,002 poin ke level 98,303 pada pukul 13.21 WIB, setelah kemarin sudah ditutup naik 0,34 poin atau 0,35%.

Seperti diberitakan Reuters, di tengah ketidakpastian tentang virus corona, mata uang juga mengalihkan perhatian mereka ke pendorong pasar tradisional, khususnya penggajian swasta AS, yang membukukan lompatan terbesar mereka dalam hampir empat tahun. Laporan terbaru menyebutkan bahwa sektor nonfarm private AS menambahkan 291.000 pekerjaan sepanjang Januari 2020, melampaui ekspektasi ekonom.

Loading...