Aset Berisiko Kembali Diburu, Rupiah Lanjutkan Penguatan di Awal Perdagangan

Rupiah - economy.okezone.comRupiah - economy.okezone.com

Jakarta dibuka menguat 29 poin atau 0,20 persen ke posisi Rp 14.820 per di awal perdagangan pagi hari ini, Jumat (21/9). Sebelumnya, Kamis (20/9), kurs rupiah berakhir terapresiasi 26 poin atau 0,17 persen ke level Rp 14.849 per .

Indeks AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, indeks dolar AS melemah 0,7 persen dan turun ke level terendah sejak awal Juli 2018 di tengah bangkitnya selera risiko global. kembali beralih ke aset-aset berisiko usai Amerika Serikat dan China yang pekan ini mengumumkan baru yang tidak sekeras prediksi sebelumnya.

Menurut para analis, dengan berita-berita tentang ekonomi AS terbaru yang solid dan kemungkinan naiknya acuan Federal Reserve pada pekan depan telah diantisipasi oleh pasar. Oleh sebab itu bullish dolar AS berjuang untuk alasan lain yang dapat mendorong dolar AS lebih tinggi.

“Pasar menyadari, setidaknya dalam jangka pendek, tidak akan ada lebih banyak keuntungan keluar dari dolar AS,” ujar Shaun Osborne, kepala strategi valas Scotiabank di Toronto, seperti dilansir Reuters. “Ini cukup jelas bahwa dolar AS melemah bahkan ketika imbal hasil AS sedang meningkat dan spread melebar atau melebar dalam mendukung dolar AS terhadap berbagai mata uang,” sambung Osborne.

Sementara itu, Analis Asia Tradepoint Futures Andri Hardianto mengatakan, penguatan mata uang regional seperti yuan China dan rupee India juga turut memberikan suntikan tenaga pada rupiah, seiring dengan redanya tensi perang dagang antara AS dengan China. Terlebih karena China tentunya tak ingin mata uangnya terkoreksi lebih lanjut. “Redanya tensi perang dagang juga membuat investor kembali memburu aset berisiko,” ucap Andri, seperti dilansir Kontan.

Di sisi lain, Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri menambahkan jika rupiah memiliki peluang untuk melanjutkan penguatannya hari ini. Akan tetapi gerak rupiah di pasar spot kemungkinan akan terganjal apabila data klaim pengangguran AS yang dirilis ternyata menunjukkan angka yang positif. “Data ini bisa membuat penguatan rupiah cenderung terbatas,” ungkap Reny.

Loading...