Aset Berisiko Kembali Diburu, Rupiah Berakhir Negatif

Meredanya kekhawatiran seputar Korea Utara dan Badai Irma membuat investor kembali memburu sehingga mengakibatkan di tidak berdaya, termasuk . Menurut laporan Index pukul 15.56 WIB, NKRI harus memungkasi transaksi Selasa (12/9) ini dengan pelemahan sebesar 44 poin atau 0,33% ke level Rp13.200 per .

Sebelumnya, pada awal pekan (11/9) kemarin, rupiah ditutup menguat 29 poin atau 0,22% di posisi Rp13.156 per AS. Kemudian, Selasa pagi, mata uang Garuda harus dibuka terdepresiasi 37 poin atau 0,28% ke level Rp13.193 per AS. Sepanjang hari ini, spot bergerak di kisaran Rp13.176 hingga Rp13.225 per AS.

Dari pasar , pergerakan indeks dolar AS sebenarnya cenderung flat namun tetap positif, didorong membaiknya sentimen aset berisiko di tengah meredanya kekhawatiran isu seputar Korea Utara dan Badai Irma. Setelah dibuka di level 91,870, mata uang Paman Sam berbalik rebound tipis 0,020 poin atau 0,02% ke posisi 91,890 pada pukul 09.38 WIB.

Meningkatnya minat terhadap aset berisiko, yang diawali pada perdagangan kemarin, kembali berlanjut pada transaksi hari ini, didukung kurangnya perkembangan provokatif Korea Utara. Selain itu, Badai Irma yang melanda wilayah berpopulasi berat di Florida pada akhir pekan lalu telah kehilangan kategori kekuatannya, dan tampaknya kerusakan yang ditimbulkan tidak terlalu parah.

“Meredanya kekhawatiran akan Badai Irma dan Korea Utara merupakan faktor kunci di balik lonjakan dolar AS,” terang pakar strategi senior di Barclays, Shin Kadota, seperti dikutip dari Reuters. “Fokus pasar kemungkinan akan kembali ke masalah fundamental, meski tidak banyak peristiwa besar di pekan ini yang dapat menentukan arah mata uang.”

Pendapat yang sama diutarakan analis Rakuten Securities, Mutsumi Kagawa, yang menyatakan bahwa meredanya Badai Irma juga sekaligus meredakan kekhawatiran pelaku pasar sehingga mendorong penguatan dolar AS. Meredanya konflik di Korea Utara juga membuat investor kembali memburu . “Namun, masih ada kemungkinan dolar AS kembali melemah,” katanya.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di level Rp13.186 per dolar AS, melemah 32 poin atau 0,24% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.154 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia tidak berdaya versus greenback, dengan pelemahan terdalam dialami rupiah yang anjlok 0,44%, disusul renminbi China yang melorot 0,22%.

Loading...