Aset Risiko Diburu, Rupiah Menguat 0,72% di Akhir Senin

Rupiah menguatRupiah menguat pada perdagangan Senin (13/1) sore - www.cnbcindonesia.com

JAKARTA – Tanpa hambatan, rupiah melaju mulus di zona hijau hingga Senin (13/1) sore, ketika berisiko kembali diburu menyusul optimisme perjanjian AS-China yang menurut rencana akan ditandatangani pekan ini. Menurut catatan Index pada pukul 15.59 WIB, Garuda ditutup menguat 99 poin atau 0,72% ke level Rp13,673 per AS.

Sementara itu, siang tadi Indonesia menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.708 per dolar AS, melonjak 104 poin atau 0,75% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.812 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang sukses mengungguli greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,70% menghampiri rupiah.

“Kelegaan atas terhindarnya perang AS dengan pekan lalu serta kombinasi de-eskalasi geopolitik dan klimaks penandatanganan fase satu mendorong permintaan untuk aset berisiko,” tutur kepala ekonomi dan strategi di Mizuho Bank, Singapura, Wisnu Varathan. “Selain itu, ada kemungkinan dolar AS yang lebih lemah mengingat optimisme perjanjian perdagangan fase satu belum menghasilkan yield Treasury AS yang lebih tinggi.”

Sebenarnya, indeks dolar AS memulai pekan ini dengan baik, didukung optimisme perjanjian perdagangan AS-China, namun kemudian harus berbalik turun, sedangkan pound sterling sedikit goyah setelah Bank of England mengisyaratkan adanya pemangkasan suku bunga. Mata uang Paman Sam terpantau melemah tipis 0,013 poin atau 0,01% ke level 97,343 pada pukul 12.21 WIB.

Dilansir Reuters, kesepakatan perdagangan AS-China akan ditandatangani di Gedung Putih pada hari Rabu (15/1), meskipun pembicaraan mengenai paket fase dua kemungkinan akan berlarut-larut selama berbulan-bulan. Kesepakatan tersebut diharapkan dapat mengakhiri sengketa perdagangan 18 bulan, menimbulkan kebangkitan .

“Kedua belah pihak harus menghasilkan banyak tajuk berita positif, benar-benar membicarakan kesepakatan dan terdengar positif tentang prospeknya,” kata analis Westpac FX, Sean Callow. “Pertanyaan yang lebih sulit tentang perdagangan bisa datang nanti. Saya pikir untuk minggu ini, getaran di sisi perdagangan akan sangat positif dan itu mungkin sedikit membantu sentimen.”

Loading...