Aset Berisiko Diburu, Rupiah Berakhir Menguat

Rupiah - beritacenter.comRupiah - beritacenter.com

JAKARTA – Rupiah mampu menjaga posisi di teritori hijau pada Rabu (4/8) sore ketika aset berisiko semakin diminati di tengah penantian akan rilis pekerjaan AS pada tengah dan akhir pekan nanti. Menurut Bloomberg Index pada pukul 14.56 WIB, mata uang Garuda berakhir menguat 29,5 poin atau 0,21% ke level Rp14.312,5 per .

Sementara itu, mayoritas mata uang di Benua juga mampu mengungguli greenback meskipun relatif tipis. Yen Jepang terpantau menguat 0,08%, sama seperti rupee India, sedangkan yuan China naik 0,07%. Won Korea Selatan dan dolar Taiwan sama-sama mampu terapresiasi 0,02%, sedangkan dolar Singapura naik relatif tipis sebesar 0,01%. Sebaliknya, peso Filipina harus melemah 0,35%, sedangkan baht Thailand terdepresiasi 0,20%.

“Penguatan rupiah ditopang meningkatnya minat terhadap aset berisiko, termasuk mata uang di berkembang. Hal tersebut ditandai dengan kenaikan indeks saham AS dan sebagian Eropa pada transaksi kemarin,” ujar pengamat uang, Ariston Tjendra, pagi tadi seperti dikutip dari CNN Indonesia. “Pada hari ini, rupiah mungkin masih bisa memanfaatkan momentum penguatan kemarin.”

Dari pasar , dolar AS masih terjepit di dekat posisi terendah baru-baru ini terhadap mata uang lainnya pada hari Rabu, ketika para pedagang menunggu data pekerjaan AS sebagai panduan untuk prospek . Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,060 poin atau 0,07% ke level 92,021 pada pukul 11.20 WIB.

“Gambaran dolar AS adalah bahwa ada kemunduran dalam ekspektasi kenaikan (suku bunga) The Fed dan kami telah melihat dolar AS mengarah ke bawah,” kata ahli strategi senior National Australia Bank, Rodrigo Catril, dilansir dari Reuters. “Fokus sekarang adalah pada implikasi suku bunga dari data pekerjaan. Kita semua telah melihat kemajuan di pasar tenaga kerja, tetapi pertanyaannya adalah berapa banyak yang cukup baik.”

Saat ini, investor tengah menantikan rilis sebagian data tenaga kerja AS yang akan diumumkan hari ini waktu setempat dan angka nonfarm payrolls AS pada akhir pekan mendatang. Ekonom yang disurvei Reuter memperkirakan data penggajian versi Automatic Data Processing Inc. (ADP) pada bulan lalu menunjukkan 695 ribu pekerjaan, sedangkan angka nonfarm payrolls diprediksi menunjukkan 800 ribu pekerjaan.

Loading...