Aset Berisiko Diburu, Rupiah Berakhir di Area Hijau

Rupiah berakhir menguat pada senin sore (3/12) - ayooberita.com

JAKARTA – Minat investor terhadap aset berisiko yang terus meningkat, seiring dengan tensi perdagangan - yang mereda, membuat mampu bergerak mulus di area hijau sepanjang perdagangan Senin (3/12) ini. Menurut catatan Index pada pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda berakhir menguat 58 poin atau 0,40% ke level Rp14.244 per .

Sementara itu, Bank siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.252 per AS, naik 87 poin atau 0,61% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.339 per AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia mengungguli greenback, dengan penguatan tertinggi sebesar 0,72% menghampiri won Korea Selatan.

Dari global, indeks dolar AS terus bergerak lebih rendah pada hari Senin, karena permintaan investor untuk aset berisiko meningkat setelah China dan AS menyetujui gencatan senjata dalam perang mereka yang telah mengguncang pasar global. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,312 poin atau 0,32% ke level 96,960 pada pukul 11.02 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, pada Sabtu (1/12) waktu setempat, Gedung Putih mengungkapkan bahwa Presiden AS, Donald Trump, telah menyampaikan kepada Presiden China, Xi Jinping, pihaknya tidak akan menaikkan terhadap barang asal Negeri Panda senilai 200 miliar dolar AS menjadi 25% pada tanggal 1 Januari 2019. Selain itu, China dan AS akan berusaha menjembatani perbedaan mereka melalui pembicaraan baru yang bertujuan mencapai kesepakatan dalam 90 hari.

“Gencatan perdagangan pasti membawa dampak positif untuk pasar, dan kami memperkirakan pembelian dolar AS sebagai aset safe haven akan menurun dan mata uang berisiko seperti dolar Aussie dan New Zealand akan meningkat,” kata ahli strategi valas senior di NAB, Rodrigo Catril. “Persilangan seperti dolar Aussie/yen cenderung mengalami kenaikan lebih lanjut sebagai reaksi terhadap gencatan senjata antara dua ekonomi terbesar dunia.”

Selain kabar tersebut, fokus investor akan kembali ke kebijakan moneter AS, dengan Federal Reserve diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Desember ini, yang akan menjadi kenaikan suku bunga keempat sepanjang 2018 tahun. Sebelumnya, Gubernur The Fed, Jerome Powell, dijadwalkan akan memberi kesaksian di depan kongres Joint Economic Committee pada akhir pekan ini.

Loading...