ASEAN Butuh Integritas Keuangan dan Fisik untuk Tingkatkan Perekonomian

Pada akhir tahun 2015 lalu, dibentuk Ekonomi (MEA) yang bertujuan menciptakan basis produksi tunggal dan dibangun di sekitar aliran bebas barang, , dan . Namun, untuk meningkatkan perekonomian di kawasan ini, diperlukan beberapa langkah yang lebih konkret, di antaranya tujuan yang lebih terfokus hingga integritas .

“MEA adalah proyek ambisius dan cetak biru untuk tahun-tahun mendatang,” kata Co-Head of Asian Economics Research di HSBC, Frederic Neumann. “Namun, 176 tindakan prioritas masih terlalu banyak. Seharusnya, fokus yang lebih sempit dapat lebih mempercepat dan memberikan hasil nyata dalam rangka membangun.”

Selain itu, ditambahkan Neumann, ASEAN juga memerlukan administrasi yang kuat untuk memantau kemajuan dalam negosiasi, dan yang terpenting, dalam pelaksanaan. “Ini bukan untuk mengatakan Sekretariat ASEAN harus berkembang menjadi regulator supranasional mirip Uni ,” kata Neumann.

“Namun, Sekretariat ASEAN lebih ditingkatkan untuk bisa menginformasikan dan mempercepat pengambilan negosiasi,” sambungnya. “Selain itu, melayani sebagai advokat independen untuk kebijakan yang mendorong integrasi ASEAN.”

Neumann melanjutkan, upaya selanjutnya adalah ASEAN perlu meningkatkan konektivitas fisik. Tujuan ini mungkin sudah diagendakan selama beberapa dekade, tetapi proyek-proyek kunci tetap terjebak di papan gambar. “Salah satu solusi adalah mendirikan sebuah bank ASEAN yang independen yang bisa membantu membiayai ekonomi negara yang kurang maju,” jelas Neumann.

“Terakhir, percepatan integritas keuangan,” lanjut Neumann. “Keuangan adalah kunci untuk memacu dan integritas yang lebih besar akan membantu untuk menyebarkan pemerataan di ini.”

Loading...