AS Veto Draf Resolusi DK PBB Soal Yerusalem, Palestina Melawan

Yerusalem - global.liputan6.comYerusalem - global.liputan6.com

NEW YORK – Seperti yang sudah diperkirakan, AS memveto sebuah rancangan resolusi di Dewan PBB pada hari Senin (18/12) kemarin untuk menegaskan kembali status Yerusalem yang belum terselesaikan, menyusul keputusan Donald Trump yang mengakui tersebut sebagai ibukota Israel Sementara, 14 Dewan Keamanan lainnya memilih resolusi buatan Mesir.

DW melaporkan bahwa sebanyak 14 anggota Dewan Keamanan memilih resolusi yang dibuat oleh Mesir, yang meski tidak secara khusus menyebutkan Amerika Serikat atau Trump, namun mengungkapkan ‘penyesalan mendalam atas keputusan baru-baru ini mengenai status Yerusalem’. Itu artinya, Dewan Keamanan PBB menginginkan agar Yerusalem tetap menjadi bagian Palestina.

Namun, AS menanggapi resolusi tersebut dengan menggunakan hak veto mereka. Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, menuturkan bahwa apa yang mereka saksikan di Dewan Keamanan PBB adalah sebuah penghinaan dan tidak akan dilupakan. Ia menggambarkan tindakan tersebut sebagai ‘satu lagi bahwa PBB melakukan lebih banyak kekeliruan daripada kebaikan dalam menangani konflik Israel-Palestina’.

“Kami melakukannya (veto ini) tanpa sukacita, tetapi kami melakukannya tanpa keengganan,” kata Haley. “Fakta bahwa hak veto ini sedang dilakukan untuk membela kedaulatan Amerika dan untuk membela peran Amerika dalam perdamaian Timur Tengah bukanlah sumber malu bagi kita, ini seharusnya menjadi halangan bagi sisa Dewan Keamanan.”

Resolusi yang disusun, yang diajukan oleh Mesir, mengatakan bahwa setiap ‘keputusan dan tindakan yang dimaksudkan untuk mengubah karakter, status, atau komposisi demografis Kota Suci Yerusalem tidak memiliki efek hukum, tidak berlaku, dan harus dibatalkan’. Rancangan draft resolusi tersebut menuntut agar semua mematuhi 10 resolusi di Yerusalem sejak tahun 1967.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Palestina, Riyad al-Malki, mengatakan bahwa mereka akan mencari dukungan di Majelis Umum PBB jika Haley melaksanakan veto Washington. Malki mengatakan dalam sebuah pernyataan, jika Haley menganggap hak veto sebagai sumber kebanggaan dan kekuatan, maka pihaknya akan menunjukkan kepada AS bahwa mereka terisolasi dan ditolak secara .

Dikutip Arab News, Duta Besar Riyad Mansour mengatakan bahwa orang-orang Palestina dan Mesir telah bekerja sama dengan anggota Dewan Keamanan dalam menyusun resolusi untuk memastikan bahwa hal itu akan mendapat banyak dukungan. Orang-orang Palestina memiliki pilihan untuk meminta sebuah pasal yang jarang digunakan dalam Piagam PBB yang meminta pihak-pihak yang bersengketa untuk tidak memberikan hak veto.

“Orang-orang Palestina menggunakan resolusi ‘Uniting for Peace’ pada tahun 1990-an setelah Israel mulai membangun pemukiman di Jabal Abut Ghnaim, puncak bukit di tanah Tepi Barat yang diduduki di selatan Yerusalem. Akan tetapi, di tengah jalan, resolusi tersebut ditinggalkan,” ujar Mansour. “Kini, Palestina ingin memulai lagi sesi tersebut, yakni menggunakan resolusi 377A.”

Loading...