AS-Uni Eropa Hapus Tarif, Rupiah Lanjut Naik di Kamis Sore

Rupiah - republika.co.idRupiah - republika.co.id

mampu mempertahankan posisi di zona hijau pada Kamis (26/7) sore ketika cenderung melandai menyusul kesepakatan AS dan Uni Eropa mengenai , yang sekaligus meredakan tensi perang dagang. Menurut paparan Index pukul 15.54 WIB, mata uang Garuda menguat 12 poin atau 0,08% ke level Rp14.463 per AS.

Sebelumnya, rupiah sudah berakhir melonjak 70 poin atau 0,48% di posisi Rp14.475 per dolar AS pada tutup dagang Rabu (25/7) kemarin. Pagi tadi, tren positif mata uang NKRI berlanjut dengan dibuka menguat 38 poin atau 0,26% ke level Rp14.437 per dolar AS. Sepanjang hari ini, spot praktis bergerak cukup nyaman di teritori hijau.

Sementara itu, Bank siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.443 per dolar AS, terbang 72 poin atau 0,49% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.515 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mata uang Asia bergerak mixed versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,59% dialami won Korea Selatan, sedangkan pelemahan terdalam sebesar 0,12% menghampiri peso Filipina dan dolar Singapura.

Dari pasar , indeks dolar AS memang tergelincir pada hari Kamis, setelah AS dan Uni Eropa sepakat untuk memulai pembicaraan guna menurunkan (dan menghapus) tarif impor barang, sekaligus menyurutkan kekhawatiran pasar mengenai perang dagang. Mata uang Paman Sam lanjut melemah 0,076 poin atau 0,08% ke level 94,157 pada pukul 11.15 WIB setelah kemarin sudah berakhir drop.

Diberitakan Reuters, setelah melakukan pembicaraan dengan Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker, pada Rabu waktu setempat, Presiden AS, Donald Trump, mengatakan bahwa kedua pihak setuju untuk ‘bekerja sama menghilangkan tarif, hambatan non-tarif, dan subsidi pada barang-barang industri non-otomotif’. Kesepakatan itu dengan cepat meredakan kekhawatiran pasar tentang potensi perang dagang global.

“Dolar AS telah melemah secara luas terhadap sejumlah mata uang, termasuk yuan China, karena tensi perdagangan telah mereda,” tutur ahli strategi mata uang senior di Daiwa Securities di Tokyo, Yukio Ishizuki. “AS dan Uni Eropa tampaknya telah mengumumkan ‘gencatan senjata’, (dan ada) harapan bahwa pembicaraan terkait NAFTA dan kesepakatan dengan China juga berakhir positif.”

Loading...